PT Sorikmas Mining Sudah Ajukan ke Kemenhut

INDAG Sabtu, 03 Mar 2012 07:02 WIB
Terkait Deadline Batas Areal Kerja
MedanBisnis – Panyabungan. Sesuai dengan surat ederan (SE) Menteri Kehutanan (Menhut) tentang batas deadline 3 bulan mulai 21 Februari 2012 bagi setiap perusahan pemegang izin usaha pemanfaatan hutan untuk menetapkan batas areal kerjanya. Dan, PT Sorikmas Mining (SM) yang bergerak di bidang pertambangan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengaku sudah melakukan pengajuan ke Kemenhut.

Asisten Government dan Madia Relations Superintendent PT SM Lia Ratna Palupi Nasution kepada MedanBisnis, Jumat (2/3) mengatakan, PT SM saat ini sedang membicarakannya dengan pihak Kementrian Kehutan (Kemenhut) dan tentunya akan mengikuti peraturan yang ada.

“Tentang penentuan batas areal kerja, saat ini sudah menjadi perhatian dan semua peraturan yang diperlukan untuk itu akan dipenuhi,” katanya.

Dikatakan Lia, meski belum memasuki tahap produksi PT SM sudah melakukan kegiatan CSR meski belum menghasilkan. “PT SM masih melakukan kegiatan tanggungjawab sosialnya kepada masyarakat di Madina, khususnya di desa-desa lingkar tambang,” akunya.

Sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan antara lain, bidang pertanian, peternakan dan perikanan di Kecamatan Naga Juang. Dimana masyarakat diberikan pendidikan menganai cara bercocok tanam yang baik, beternak dan diberikan bibit unggul.

“Untuk kegiatan itu sendiri PT SM telah menghabiskan dana lebih dari Rp 1 miliar sepanjang tahun 2011. Tidak hanya itu, PT SM juga mendirikan pusat kegiatan masyarakat di Naga Juang, di PKM terdapat perpustakaan yang bisa dikunjungi secara gratis oleh siapa saja yang berminat membaca dan kegiatan lainnya,” jelasnya.

Tambahnya, tidak hanya itu PTSM juga membantu memperbaiki infrastruktur di desa-desa lingkar tambang seperti perbaikan jalan dan bantuan-bantuan untuk membantu sekolah serta tempat ibadah juga fasilitas umum yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari seperti sarana air bersih.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Mara Ondak didampingi Kabid Bina Hutan A Faizal Lubis mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui apakah sudah terbit izin pinjam pakai kawasan hutan untuk PT SM atau tidak. “Kami hanya sebagai teknis seperti apakah hutan tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung, hutan produksi terbatas. Sedangkan untuk izin pinjam pakai wewenang dari Kementerian” ujarnya.

Dikatakan Mara Ondak, sudah beberapa hari terakhir tim dari USU, Kadishut Sumut, Balai Pemantapan Kawasan Hutan I Medan dan Pihak dari Kehutanan Madina sedang di lokasi PTSM untuk melakukan penelitian dan peninjauan apakah nanti kawasan PTSM masuk dalam hutan primer atau skunder.

“Inilah nanti salah satu persyaratan sebagai bahan pertimbangan mendapat izin pinjam pakai kawasan hutan. Jadi , kita tunggu saja apa hasil dari tim nantinya.Kalau untuk Proporsi Sumber Daya Hutan (PSDH – DR) hingga Tahun 2009 sudah dibayar PT SM. Tahun 2010 seterusnya belum ada, karena sesuai dengan arahan Dirjen Planologi sebelum ada persetujuan eksplorasi dari Kemenhut,” katanya. (zamharir rangkuti)

sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/03/03/84364/pt_sorikmas_mining_sudah_ajukan_ke_kemenhut/#.T8UvX1LpVQg

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s