Rekomendasi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan PT Sorikmas Mining Beredar

Sumut – Senin, 07 Nov 2011 02:21 WIB
Panyabungan, (Analisa). Plt Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujonogroho, ST merekomenasi kepada Menhut, sesuai surat Nomor :522 / 8173 tertanggal 5 Agustus 2011 tentang pinjam pakai kawasan hutan dan eksplorasi dan eksploitasi pertambangan terhadap PT Sorikmas Mining di Kabupaten Mandailing Natal.

Surat tersebut beredar pada saat rapat dengar Pendapat Pansus DPRD Madina dengan pihak menajemen PT Sorikmas Mining Selasa (1/11) di gedung Dewan.

Pada kesempatan itu, Pansus Sorikmas Mining mempertanyakan seputar amdal, kondisi kontrak karya yang dimiliki, penolakan masyarakat sekitar tambang, izin pinjam pakai kawasan hutan, pertambangan rakyat di Hutabargot dan konsep perusahaan dalam pelestarian sumber mata air.

Ali Mutiara Rangkuti anggota Pansus menanyakan, Taman Nasional Batang Gadis dalam kawasan kontrak karya PT.Sorikmas Mining, sementara ada 200 mata air dalam kawasan itu dijadikan masyarakat sebagai sumber mata air.

“Kita minta manajemen Sorikmas Mining dalam penambangan harus ramah lingkungan, jangan merusak mata air dan kawasan hutan yang ada,” harapnya.

Iskandar Hasibuan menambahkan, hasil kunjungan Pansus ke Menhut hingga saat ini belum mengeluarkan izin pinjam pakai kawasan hutan, sementara laporan dari masyarakat Sorikmas ada melakukan aktifitas seperti pengangkutan bebatuan, pengeboran dan lainnya. “Dirjen lingkungan hidup menolak permohonan sebelum ada menunjukan izin amdal,” katanya.

Nurul Fazril dari Sorikmas mengatakan, hingga saat ini mereka belum memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan akan, tetapi analisa ini simpang siur dengan menteri ESDM selama eksploirasi tidak perlu izin amdal akan tetapi kegiatan tetap pada kaidah-kaidah tidak melanggar ketentuan.

“Kita sudah satu tahun mengajukan izin amdal tentang rencana kelola lingkungan akan tetapi belum mendapat jawaban,” jelasnya.

Sementara terkait sosialisasi katanya, pihaknya dalam tiga bulan terakhir sedang mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui pertemuan, media, maupun papan reklame. “Salah satunya kita sosialisasi dengan menerbitkan majalah tentang kegiatan kita. Sosialisasi masih terus berlanjut,” ujarnya.

Mereka juga mengakui saat ini sudah melakukan pengeboran di Sihayo Sambung dengan izin pada tahap studi kelayakan, dan apabila pada lokasi pengeboran ada pohon yang ditebang akan dilaporkan kepada Dinas Kehutanan.

“Kita juga melakukan penghijauan dengan pembibitan di Naga Juang, sedangkan pada sekitar lokasi bekas pengeboran juga akan dilakukan penghijauan seperti penanaman kacang- kacangan untuk menghindari terjadinya erosi,” jelasnya.

Usai melakukan rapat, PT Sorikmas Mining melakukan pertemuan dengan masyarakat Forum Masyarakat Naga Juang Tolak Tambang bersama Pemkab Madina, di Aula Kantor Bupati Madina.

Masyarakat menyayangkan adanya studi banding beberapa waktu lalu ke Sulawesi tanpa musyawarah siapa yang menjadi utusan, masyarakat mempertanyakan zona aman. (man)

sumber: http://www.analisadaily.com/news/read/2011/11/07/20490/rekomendasi_izin_pinjam_pakai_kawasan_hutan_pt_sorikmas_mining_beredar/#.T8Upv1LpVQg

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s