Mengapa Orang Madina Wajib Mengusir Sorik Mas Mining?

Pertama-tama saya mohon maaf kepada semua kawan yang di lapangan, baik yang pro kepada keberadaan tambang PT Sorik Mas Mining (PT SMM) di Kabupaten Mandailing Natal, juga yang kontra, atau malah yang abu-abu. Adapun permintaan maaf ini saya rasa perlu saya sampaikan karena sekarang yang dapat saya lakukan barulah berjuang, mengklping data, menulis, dan mengajak orang melalui media on-line. Kalau Tuhan mengizinkan saya ada kesempatan, maka saya akan berada di barisan paling depan demonstrasi untuk mengusir keberadaan PT SMM di Kabupaten Madina.

Meskipun begitu, dari pihak saya, saya bukanlah mau membuat kubu-kubu siapa yang bergerak di lapangan dan siapa yang bergerak di dunia maya. Yang dapat saya sampaikan adalah bahwa kedua gerakan ini sama-sama perlu dan harus saling bersinergi.

Ada baiknya saya perkenalkan siapa saya sebelumnya. Nama saya Bosman Batubara. Saya lahir di Desa Tolang, Kecamatan Kotanopan (sekarang Ulupungkut) dan menyelesaikan pendidikan SMA saya di SMU negeri Kotanopan. Selepas SMU, saya melanjutkan pendidikan ke Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada jurusan Teknik Geologi. Akhir tahun 2005, saya menyelesaikan pendidikan S-1 saya. Segera sesudahnya, sebagai seorang geolog muda, saya bergabung dalam berbagai proyek eksplorasi mineral di beberapa lokasi di Indonesia. Karir sebagai geologist profesional saya akhiri pada bulan Maret 2008 dengan jabatan exploration geologist di PT Kaltim Prima Coal, perusahaan tambang batubara terbuka terbesar di dunia yang beroperasi di Sangatta, Kalimantan Timur. Dan sejak tahun 2008 sampai dengan hari ini, saya terlibat dalam advokasi korban Lumpur Lapindo yang terjadi karena kesalahan pada sumur Banjar Panji-1 milik PT Lapindo Brantas di Porong, Jawa Timur.

Dari pengalaman saya bersinggungan dengan dunia pertambangan selama sekira 5 tahun tersebut, ada satu kesimpulan yang saya dapatkan, bahwa: industri ekstraktif seperti tambang mineral dan migas hanyalah memberikan keuntungan pada segelintir orang (terutama pemilik dan pejabat pemerintah), sebaliknya, mendatangkan bencana kepada masyarakat yang berdiam di sekitar sebuah area pertambangan. Banyak kasus dan bukti soal pernyataan saya pada alinea ini. Saya pikir saya tidak perlu melanjutkannya, akan tetapi kalau ada yang ingin tahu lebih jauh, mungkin di lain waktu kita bisa obrolkan itu semalam teler.

Masuk ke konteks keberadaan PT SMM di Kabupaten Mandailing Natal. Sampai saat ini, saya belum pernah melakukan sebuah penelitian lapangan mengenai permasalahan ini. Akan tetapi saya memperoleh informasi melalui kawan, media dan laporan perusahaan.

Kegiatan eksplorasi emas di Kabupaten Mandailing Natal sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Sewaktu saya masih SD, sudah bolak-balik para geolog datang ke kampung saya melakukan ekspedisi. Hal yang saya ingat dengan jelas adalah bahwa para orang kampung yang rata-rata memiliki pendidikan yang tidak memadai untuk pekerjaan teknis seperti pertambangan, biasanya menjadi kuli tebas dan angkut. Tenaga penduduk lokal digunakan untuk menebas jalan eksplorasi di hutan-hutan dan juga untuk mengangkuti conto-conto setangan batuan yang akan dianalisis di laboratorium.

Beberapa waktu yang lalu saya kebetulan memiliki kesempatan berbicara dengan dua orang yang masih tinggal di Mandailing Natal. Mereka bercerita bahwa aktivitas tambang akan dibuka di sekitar desa Tambiski/Hutabargot, Jambur Padangmatinggi. Meskipun mereka tidak tahu itu tahapan apa, tetapi saya membandingkan informasi lapangan dari mereka dengan informasi yang dapat saya cari dari media massa dan internet.

Akhirnya penelusuran tersebut membawa saya pada website perusahaan Sihayo Gold Limited (SGL). SGL—sebelumnya bernama Oropa Limited—inilah yang sekarang memegang saham 75% pada PT SMM. Website mereka ada di http://www.sihayogold.com/view/home/. Dalam website itu ada beberapa laporan perusahaan. Salah satunya bertajuk Quarterly Report: For the Three Months Ending 30 June 2010, Sihayo Pungkut Gold Project Indonesia (75%)—selanjutnya akan disebut dokumen A. Dalam laporan empat bulanan tersebut CEO   SGL, Paul Willis, menyampaikan pernyataan seperti berikut:

“Infill drilling results and new resource figures are very encouraging and the substantial increase in the gold grade is economically very significant. This new resource estimate lays down a solid foundation for the ongoing Definitive Feasibility Study (“DFS”) with the Company now confident of taking the project through to production.”

[hasil pemboran sisipan dan model cadangan baru sangat menjanjikan, meningkat sangat berarti pada level yang layak secara ekonomi. Cadangan baru ini menjadi dasar yang kuat bagi Studi Kelayakan Defnitif yang sedang berlangsung, dan perusahaan sekarang sangat percaya diri untuk melanjutkan proyek ke arah produksi—terjemahan bebas; BB]

Dari pernyataan Paul Willis tersebut, maka menjadi jelas bahwa informasi yang saya dapatkan dari kedua orang yang saya temui di atas benar adanya.

Di website SGL saya menemukan sebuah laporan lagi yang bertajuk ASX Announcement 2010: Result of Genaral Meeting for Shareholders—selanjutnya akan disebut dokumen B. Pada salah satu bagian dalam publikasi sebanyak 33 halaman tersebut dinyatakan bahwa ia besifat confidential, tetapi malah dipasang di wesbite dalam bentuk pdf file pula. Dalam laporan yang ditujukan buat para pemegang saham perusahaan ini tercantum jadwal yang sudah diajukan oleh perusahaan kepada para pemegang saham. Adapun jadwal yang mereka ajukan saya terjemahkan dalam tabel berikut ini.

Tabel 1: jadwal proyek Sihayo Gold Project (PT SMM), Mandailing Natal. Sumber: Dokumen B (http://www.sihayogold.com/view/home/)

Setelah mengetahui jadwal di atas, pertanyaan berikutnya adalah: dimana mereka beroperasi? Peta-peta pada bagian berikut mungkin dapat menjelaskan keberadaan perusahaan ini secara lebih sederhana.

Peta 1: Pulau Sumatra dan lokasi kontrak karya PT SMM. Sumber: Dokumen B (http://www.sihayogold.com/view/home/)

Hal lain yang ingin saya sampaikan adalah, ketika saya ngobrol dengan 2 orang informan yang saya ceritakan di atas, dalam sebuah kesempatan, mereka menyatakan pernah mendengar bahwa tambang PT SMM kelak tidak akan berbahaya, karena lokasinya kecil saja. Hahahahaha… dalam hati aku sudah tertawa ketika itu. Saya tidak bisa tertawa benaran ketika itu karena saya belum melihat peta. Sekarang saya sudah kehilangan minat tertawa begitu melihat peta seperti yang ada di atas, karena ternyata wilayah kontrak PT SMM sangat luas. Lihat saja kota Panyabungan hanyal satu titik kecil kalau dibandingkan dengan lokasi area kontrak perusahaan yang berwarna hijau pada peta no. 2. Bayangkan, berapa kali kota Panyabungan luasnya wilayah tersebut. Publikasi Jatam tahun 2010 (Kegiatan Tambang PT. Sorik Mas Mining di Taman Nasional Batang Gadis Menghancurkan Ekosistem) menyatakan bahwa kontrak karya PT SMM yang berada di Ulupungkut, Kotanopan dan Muarasipongi itu memiliki luas area sebanyak 24.300 Ha. Sementara yang di Sihayo (Siabu, Bukit Malintang dan Panyabungan) seluas 41.900 Ha. Kalau dijumlahkan itu berarti seluas 66.200 Ha.

Peta 2: lokasi detil PT SMM. Sumber: Dokumen B (http://www.sihayogold.com/view/home/)

Setelah mengkaji permasalahan luas area seperti di atas, maka selanjutnya kita akan melihat seperti apa model cebakan mineral yang diburu oleh PT SMM tersebut. Pada salah satu peta di Dokumen B disebutkan bahwa tipe cebakan emas yang diketahui melalui pemboran adalah Jasperoid Au, Porphyry Au-Cu, Epithermal Au, Skarn Au-Cu, dan Greisen Au-Cu. Dalam peta profil terlihat bahwa unit batuan Jasperoid berada pada kedalaman ratusan meter. Itu artinya, kalau PT SMM mau mengambil unit ini, mereka akan menggali sedalam ratusan meter ke dalam tanah, alias akan muncul lobang menganga dengan kedalaman ratusan meter. Kalau, katakanlah, luas tubuh Jasperodi Au yang mau diambil melampar pada luasan dengan diameter 500 meter, maka tidak mungkin luas diameter lobang menganga di permukaan sepanjang 500 m, karena tidak mungkin mereka membuat dinding lobang lurus ke bawah. Dalam membuat lobang untuk konstruksi, mereka harus mempertimbangkan stabilitas lereng, dan oleh karena itu dipastikan diameter lobang di permukaan akan jauh lebih besar. Singkat kata, PT SMM sebenarnya sedang menyiapkan lobang raksasa di daerah Hutabargot.

Peta 3: sayatan geologi lapangan Sihayo. Perhatikan... unit batuan Jasperoid ada di kedalaman ratusan m. Sumber: Sumber: Dokumen B (http://www.sihayogold.com/view/home/)

Bagi saya, apa yang sedang dirancang oleh PT SMM di Kabupaten Madina, lebih mematikan dari Freeport di Papua. Karena di Papua, Freeport menggali lobang di daearah yang populasi rendah—untuk tidak mengatakan kosong (kita tidak usah dulu bicara lingkungan, ekologi, dan keanekaragaman hayati, biacara manusia aja dulu). Meskipun saya tidak punya data soal populasi awal di Eastberg (nama gunung yang dikeruk Freeport) sebelum Freeport masuk ke sana, tetapi saya percaya kalau diadakan penelitian pun pasti populasi di sekitar Hutabargot dan Panyabungan sekarang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan di sekitar Eastberg sebelum Freeport masuk.

Dan di Freeport juga mereka pada awalnya hanya mau menggali Eastberg, tetapi kemudian ditemukan Grasberg, dan lobang pun bertambah besar dan bertambah banyak. Sementara kuku-kuku mereka makin kuat mencengkeram di sana, termasuk dengan cara mengkooptasi pemimpin lokal yang mau menjual tanah tumpah darahnya hanya demi kepentingan materi buat pribadi. Melihat model yang sedang dibangun oleh PT SMM, besar kemungkinan pola di Freeport akan mereka kerjakan juga. Apalagi mereka juga sudah memegang kontrak karya untuk wilayah di Kecamatan Kotanopan, Ulupungkut dan Muara Sipongi (Madina bagian selatan). Dengan demikian, jangan heran kalau nanti mulai dari Panyabungan hingga Muarasipongi menganga lubang-lubang raksasa yang berserakan.

Tulisan ini hanyalah diagnosa awal yang dapat saya lakukan. Kalau ada data baru, saya akan dengan senang hati berdiskusi, dan kalau perlu merevisinya, dan minta maaf kalau ada kesalahan. Akan tetapi, dengan poisisi seperti di atas, sebagai orang Madina, saya tidak punya apa-apa lagi untuk dikatakan kepada semua Mora, Kahanggi dan Anak Boru, kecuali: USIR SORIK MAS MINING DARI MADINA!!!

AYO BERJUANG!!!

BERGABUNGLAH DENGAN GROUP “USIR SORIK MAS MINING DARI BUMI MADINA” di facebook: klik

Iklan
Pos ini dipublikasikan di opini dan tag , , , . Tandai permalink.

23 Balasan ke Mengapa Orang Madina Wajib Mengusir Sorik Mas Mining?

  1. neil akhyar berkata:

    lawan!!!!

  2. Ping balik: Sorik Mas Mining Juga Mau Menghajar Gunung Kulabu « ACTIVE MARGIN

  3. Gayuh berkata:

    Mungkin perlu belajar dari Antam yg (hampir) selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat, meski itu masih tahap eksplorasi dan produksi.

  4. Dibiansyah Hamid berkata:

    Bung Bosman,
    Saya kebetulan juga Geologist yang sudah cukup kapalan di eksplorasi Mineral (sudah sejak tahun 85-an), tidak sepenuhnya sepaham dengan ide ini. Kalau SMM terindikasi kuat melakukan ‘pelanggaran’ (nanti bisa didefinisikan lagi lebih jelas) dalam usaha merealisasikan usaha pertambangannya, saya sangat setuju diusir, pasti. Namun kalau konotasinya lebih ke arah mengusir mereka karena rencana penambangannya (artinya mengusir semua orang/pihak yang ingin melakukan usaha pertambangan – sama seperti yang dilakukan JATAM) saya pastikan tidak setuju.

    Saya cukup yakin bahwa potensi tambang adalah salah satu anugrah yang kuasa untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk orang banyak, BETUL MEMANG saat ini sebagian besar usaha pertambangan tidak dilakukan dengan benar dan hanya menguntungkan segelintir orang, dan untuk ini saya lebih cenderung kita harus berjuang keras membuat ini jadi “benar”, harus diperjuangkan usaha pertambangan yang harus ramah lingkungan dan harus dilakukan dengan sangat baik, dikontrol ketat sehingga benar-benar bisa menguntungkan banyak orang terutama masyarakat sekitar dan rakyat Indonesia pada umumnya, bukan asing dan segelintir penguasa/pengusaha.

    Kalau kita cenderung mematikan usaha tambang di negri sendiri, maka sama artinya dengan kita ‘memiskinkan’ rakyat kita sendiri, sekaligus juga ‘membodohkan’ rakyat kita sendiri. Di kemudian hari bisa saja negara lain (bisa negara tetangga seperti Malaysia atau Laos mungkin) yang sudah dengan baik memanfaatkan anugrah yang maha kuasa ini akan maju dan kaya lebih cepat dan pada akhirnya nanti akan bisa masuk melakukan penambangan di negri kita karena sudah lebih pintar dan lebih kaya..

    Db

    • bosman berkata:

      Bung Db, terima kasih atas apresiasinya. soal tambang yang “benar”; saya agak ragu apakah ada industri ekstraktif yang benar. karena itu ke depan, pilihan2 industri yang bekelanjutan menjadi altrnatif menarik. Kemudian, ini menyoal kampungku Bung, bukan soal JATAM atau apapun itulah. kita sudah sama2 tahu seperti apa itu dampak tambang. Yang mau diacak2 adalah kampungku, lihat juga tulisan lain di salah satu blog ini yang berjudul “Sorik Mas Mining Juga Mau Menjarah Gunung Kulabu”. Mungkin Bung kapalan sebagai geologist, tapi pernahkah kampung Bung diacak2 oleh tambang? Soal negeri ini mau jadi kaya, pintar dan lain sebagainya, boleh saja, tetapi (mengambil contoh pesawat), janganlah gunakan kampungku sebagai landasan bagi negeri yang mau kaya ini.

  5. Jay berkata:

    Bung BB, mungkin anda perlu belajar mengenai “green mining” dan “sustainability development” dimana tambang sebagai “prime mover” suatu lingkungan ke arah kemajuan pembangunan. Kalau dalam pandangan anda dunia tambang itu semua merusak…berarti tambang tersebut masih menggunakan technology lama (konvensional) atau kesadaran penambang itu rendah dan hanya bermental (maaf) maling. Kalau memang kapasitas perusahaan tersebut mampu menambang dengan ramah lingkungan kenapa tidak?Dan kita bisa liat contohnya kok…..apalagi anda dulunya pernah berada di salah satu perusahaan BUMI resources (anggota ne Jeng Tika, po dudu?) yang mengenal adanya reklamasi. Tetapi kalau merusak lingkungan itu yang harus kita cermati dan kita cegah dari awal. Mungkin bisa kita cegah saat proses sosialisasi AMDAL sebelum penambangan dimulai. Jika ada yang tidak sesuai dengan UU 32 Tahun 2009 PPLH dalam penambangan tersebut….ya cegah aja penambangan tersebut. Apalagi ini kampung anda. Tetapi jangan larang penambangan kalau memang membawa kebaikan hanya gara-gara kita tidak mendapat “bagian” atau tidak menjadi bagian dalam penambangan tersebut.(^_^)V

    Jogja Berhati Nyaman, 1 Sept 2010

    J-A-Y

    • bosman berkata:

      yup, yang nyeleksi saya Mb Tk, sama P Aryo, :). AMDAL??? hehehehehe… saya riset di 3 tempat Bung J-A-Y, Porong, Bojonegoro, dan Pati; RTRW dan Amdal cuma jadi bantalan saja untuk menandatangani kesepakatan yang lain. benar2 jadi bantalan, karena biasanya buku AMDAL itu kan tebal2. Saya dapat istilah “bantalan” ini dari seorang peneliti senior yang saya wawancarai. Hohohohoho, apa maksudmu Bung “kita tidak mendapat “bagian” atau tidak menjadi bagian dalam penambangan tersebut.(^_^)V”? Kita ini siapa? Kalau saya tidak butuh bagian dari PT Sorik Mas Mining, tidak tau kalau anda Bung. Mungkin bagus juga anda melamar ke sana, nanti saya “pentungi” lewat fesbuk atau blog seperti ini. gimana?

  6. uki berkata:

    Semuanya itu harus di diskusikan lagi. Tidak semuanya tambang itu membawa masalah. Seperti yg kita ketahui bersama bahwa, pegunungan bukit barisan itu merupakan pilar atau stabilisator untuk mengurangi efek gempa untuk wilayah pesisir timur pulau sumatera. Kebayang egk, kalau pilat tersebut di rusak dengan segala macam alasan.

    Ingat teman2. Yg merasakan dampak bukan pemilik perusahaan, pemilik saham atau instansi yg terkait. Melainkan, masyarakat di sekitar yang sama sekali perbuatan itu bukan perbuatan mereka.

    Semoga bermanfaat..

  7. heruyaheru berkata:

    nice post bung, very nice post..

  8. Dibiansyah Hamid berkata:

    Saya setuju ini bisa saja jadi pembahasan yang bagus untuk bisa dilanjutkan, asal kita benar-benar bisa dengan tenang dan kepala dingin agar lebih banyak dapat informasi dan pencerahan baru yang pasti jalan terbaik untuk dapat solusi terbaik. Di beberapa sisi ada hal-hal yang saya setujui dengan bung Bosman, contohnya pada saat bicara tentang ‘kampungku’, betul memang sangat terasa dan sangat bisa dipahami. Saya pernah melakukan berbagai kegiatan eksplorasi di beberapa daerah kemudian berinteraksi dengan masyarakat sekitar, di kampung-kampung sekitar, sangat bisa merasakan bahwa konsep “kampungku” ini sangat penting untuk ‘diprioritaskan – diperhatikan’ pada saat satu pihak ingin mengembangkan usaha tambang..

  9. tulisan yang sangat bagus sekali, dan analisa yang dapat dimengerti.
    Tambang siapa untung…siapa buntung????

    • Arif Syahrijal berkata:

      Horas Bang Bosman…

      Tulisanmu di blog ini cukup bagus. Meskipun emosional, tetapi tujuannya jelas, singkirkan PT.SSM dari bumi Mandailing Natal.

      Bang Bosman,
      Setiap perusahaan yang ingin mengambil suatu blok explorasi baik mineral/migas tentunya tidak lepas dari keterlibatan Pemerintah Daerah setempat. dalam Hal ini tentu saja Dinas Pertambangan dan Energi. Saya Haqqul Yakin setiap Dinas pertambangan tentu saja memiliki tenaga ahli geologi atau pertambangan, meskipun cuma satu orang. Nah, atas dasar penelitian/pendapat ahli itulah blok2 pertambangan di tenderkan atau ditawarkan ke investor.

      Persoalannya kini PT.SSM telah memegang kontrak karya (KK) dan telah selesai melakukan explorasi. Jika mereka diusir, tentu akan menjadi preseden buruk bagi Pemerintah yang notabene telah memberikan izin explorasi.

      Analogi bang bosman bahwasannya untuk mengambil jasperoid di kedalaman 500m dengan cara membuat lubang raksasa yang lebih dari diameter 500 m dapat saya pahami. tetapi untuk menuju kedalaman 500 m dalam dunia pertambangan tidak hanya bisa dilakukan dengan membuat “lubang raksasa” tersebut. Saya kira teknik pertambangan secara membuat terowongan (Underground Mining) bisa diaplikasikan di daerah tersebut, jika memang dalam kajian/analisa resiko lebih besar membawa banyak dampak negatif untuk masyarakat medina yang berada dipermukaan.

      Saya lebih setuju kalau untuk kegiatan produksi PT.SSM dipending dulu. Kaji lebih lanjut memakai teknik seperti apa? dan apa dampak negatifnya? tentu saja bang Bosman tidak bisa bertindak sendiri. Tulisan ini hendaknya sampai di tangan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumut / Kabupaten Medina, supaya para pengambil kebijakan tahu secara lebih dalam dampak positif / negatifnya.

      Nah, kendala kita (saya merasakan langsung di tempat kerja saya) adalah, ketika pihak perusahaan mampu bernegosiasi dan meyakinkan para pejabat dengan “berbagai bumbu penyedapnya”, objectivitas akan hilang seiring dengan manisnya rasa suguhan rupiah kekantong2 pribadi para pejabat. Kalo sudah begini, maka aksi massa adalah jawabannya.

      Begitulah pendapat saya bang bosman,…

      Saya pikir anda harus menyampaikan ide ini lebih menyeruak ke publik misalnya dengan menulis langsung di harian Waspada atau Kompas. Karena saya yakin, Pak Kepala Dinas jarang buka blog. mereka lebih suka baca Waspada atau Kompas, sambil menyuruput kopi hangat di ruang kantornya yang ber AC.

      Salam Geologist…..

      Dari Rimba Raya Lhoknga, Aceh Besar

  10. kamsul hidayat berkata:

    Perlakukan masyarakat lingkar tambang sebagi stakeholders dari project. Semua hal yang menjadi concerns Madina terhadap rencana penambangan PTSMM harus masuk di dalam FS dan AMDAL PTSMM. Diperlukan akuntabilitas publik dan negara untuk menilai semua program PTSMM, perusahaan jangan kolusi dengan wakil masayarakat (tokoh) dan Pemkab hanya sekedar untuk meloloskan RKAB & Amdal dengan waktu yang sesingkat2nya. Jika tak layak tambang, tolak. Jika layak, teruskan.

    Rgds,

    Kamsul H
    Geologist

  11. Jay berkata:

    @mas kamsul : setuju…kalau memang layak tambang dan ramah lingkungan ya lanjutkan, tetapi jika ndak layak atau lebih banyak kerugian/kerusakan dibanding manfaat ya hentikan.

    @BB: Kok manggil saya Bung Jay?kalau nama saya Jayanti (anak Bangka, gmn coba hayooo…) hehehe sorry..panggil mas ajah.
    Maaf mas BB, jujur aja bidang yang saya kuasai bukan di Tambang Emas…. saya lebih tertarik ke lingkungan…jd saya belum tertarik bekerja di Sorikmas….sadar diri juga bukan bidangnya….:P tetapi kalau produk emasnya saya tertarik 😀 (kanggo mas kawin,dab…)

    makanya itu mas…sesuai yang saya sampaikan sebelumnya kalau penambang itu memang bermental (maaf) maling ya melenceng dari Amdal…makanya AMDAL jadi “bantalan” doank…yakin deh penilaian PROPER tambang itu musti antara merah-biru-hitam. Makanya diperlukan seorang seperti mas BB yang melek akan kesadaran lingkungan hidup nya tinggi. Tapi kalau ga perlu emas dari tambang atau bagian dari sorikmas…..berarti kita muna dunk?:P
    Processor komputer…komponen HP…card telephone(entah itu AS/XL/AXIS/SIMPATI)…itu komponennya emas…belum ntar “mas kawin”. Jangan pakai barang-barang yang mengandung emas mulai sekarang juga ….kalau memang tidak setuju dengan tambang emas. Simple khan?
    Percuma ajah kalau melarang tambang emas dibuka…tapi masih pake product-product yang menggunakan komponen emas seperti yang saya sampaikan tadi.

    Selama anda tidak setuju dengan adanya tambang emas….jangan menggunakan product yang ada komponen mas nya. (apalagi mas Fajar…mas Binurawang…mas Wawan…mengko di jewer bojone,lho 😛 ) berani terima tantangan ini, bung?

    Jogja berhati Nyamnyam,
    J-A-Yus (bukan GAYUS)

    • Nugroho berkata:

      Saya mencoba memahami dengan apa yang Bung Bosman sampaikan. Ada dua kepentingan disini, yang pertama adalah ikatan tanah kelahiran dan yang kedua mengenai keberadaan tambang emas itu sendiri menyalahi aturan atau tidak. Kalau memang terbukti PT SMM menyalahi aturan ya digebuki saja dan terus diperjuangkan sampai titik darah penghabisan apalagi menyangkut kampung halaman. Perlu data yang makin mendalam dan akurasinya diakui oleh berbagai pihak supaya menjadi pijakan yang kuat. Dialog dengan pihak terkait, baik dari PT SMM, aparat maupun pemda setempat saya pikir perlu dilakukan juga supaya perjuangannya tetap adil dari dua sisi dan tidak berkesan membabi-buta,

      Kalau boleh ikut menanggapi komentar di atas saya, memperjuangkan hal ini saya pikir tidak ada hubungannya dengan memboikot penggunaan emas. Ini dua hal yang bertolak belakang dan tidak bisa dikomparasikan sebagai suatu hubungan sebab-akibat. Dalam sejarah civilisasi manusia, kita membutuhkan bahan tambang untuk kelangsungan hidup tidak perlu tantang menantang lagi.

      Salam,
      Nugroho

      • heruyaheru berkata:

        @Jay: saya kira anda salah sasaran ketika mengatakan jika tak setuju tambang emas lantas ta boleh menggunakan emas.anda tahu kan yang disangkal itu adalah industri besar? jika anda belajar ekonomi-politik dengan benar, persoalan pertambangan itu tidak melulu soal tambang itu sendiri. Jika kita mengambil seperlunya saja dari alam, tanpa industri2 besar yang berpusat pada akumulasi ekonomi alias ketamakan itu, bumi ini akan baik-baik saja. Saya memang tidak bisa membayangkan bisa hidup tanpa kompenen hasil2 tambang itu, tapi saya masih bisa memimpikan kita tak perlu lagi mengeruk kandunga bumi secara besar-besaran pula.

      • Jay berkata:

        @Nugroho:Sebab akibat donk mas….nda usah pake ilmu nyampe njlimet segala. Saya ga suka duren ya saya ga makan duren…kalau saya ga suka ada tambang emas ya nda usah pake hasil produknya. Simple tho…kalau di satu sisi memakai barang mengandung emas tetapi menentang tambang emas yo podho wae karo “gelem nangkane tapi ora gelem pulute”(mau nangka saja tetapi tidak mau nanggung getahnya).

        @heru: Jika anda belajar mengenai study kelayakan suatu proyek pada kajian ekonomi maka anda bisa menilai project tersebut bisa dilakukan dengan sekala kecil, menengah atau besar untuk memperoleh NPV tentu ga mau kalau cuma BEP saja khan?Jika memang skala kecil misal tambang rakyat (tradisional) bagaimana pengelolaan lingkungannya?Apakah dampak tambang skala kecil sudah anda kaji efeknya?

      • Nugroho berkata:

        @Jay: Bukan hubungan sebab-akibat seperti itu maksud saya. Bermain analogi, apakah anda tetap makan durian yang dihasilkan dari lokasi yang masih disengketakan atau ternyata menanam durian di lokasi tersebut malah menimbulkan bencana.

        Salam,

        Nugroho

  12. arfi berkata:

    nice post..pas baca blog ini, kaget bgt coz aku br tau ttg project ini..yeee..selama ini kmn aja gt ya..padahal aku tinggal di kotanopan..
    im interested abt this prob and i’d like to have further discussion with BB..Thanks ya..

  13. ahmad firdaus berkata:

    jangan biarkan mereka mengusik gunung2 yang ada di mandailing,,,,,,,kalo gunung2 itu di usik,,,,gempa akan selalu melanda kabupaten mandailing natal,,,sebab gunung2 itu adalah pasak bumi ato bisa di ibaratkan paku,,,karna itu sudah di sebutkan dlm al-quran,,,wal jibala autada..wahai saudara q coba renung wajah saudara2kita,,anak2kita,,,dan ccu2kita,,bila tanah itu di runtuhkan,,,lambatlaun kabupaten madina akan hancur,,,gempa bumi akan menggegarkan madina,,,banjir akan menenggelamkan madina,,,,mari kita berusaha dan berdoa untuk memepertahankan madina yangkita cintai,,,jangan kita biarkan mereka yang mementingkan perut mereka sendiri maluluh lantakkan mandailing natal,,,,

  14. singkapan lubis berkata:

    sy seorang perantau di kalsel, yg daerahnya terkenal dgn tambang batubara, dan sdh berpengalaman di lapangan menangani permasalahan baik ekxplorasi, ekploitasi maupun operasi produksi. sdh jelas dan nyata akibat dari kegiatan yg dilakukan para pelaku penambang batubara, bijih besi yg meninggalkan lobang raksasa yg menganga, dan mengakibatkan 90 % sungai di kalsel khususnya daerah tambang pd kab. tanah laut, kab. tanah bumbu dan kab. kotabaru tdk layak di pakai oleh manusia/ hewan.
    Belajar dari pengalaman sy tsb selama 20 thn di kalsel, dsn sy tdk bs bercerita panjang lebar, hanya dengan satu kata ” USIR PT. SMM” dari bumi Madina, sy tdk mau mlht kejadian seperti di daerah lain. Tanah tumpah darah sy diporak porandakan oleh segelintir pengusaha dan pejabat yg menikmati sementara dari hsl tambang tersebut. Mari kita bersatu lawannnn………….(ttp pd koridor hkm) wsslm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s