Sorik Mas Mining Juga Mau Menjarah Gunung Kulabu

Setelah pada tulisan sebelumnya saya membahas mengenai aktivitas PT Sorik Mas Mining (SMM) dengan penekanan pada blok eksplorasi mereka yang berada di Sihayo, yaitu di Daerah Hutabargot Julu, maka pada tulisan kali ini saya akan lebih banyak membahas mengenai aktivitas mereka di daerah blok selatan, di bagian mana desa saya berada.

Data yang saya gunakan pada tulisan ini sebagian besar saya ambil dari sebuah dokumen milik Sihayo Gold Limited (SGL), pemegang 75% saham PT SMM—25 % yang lain dipegang oleh PT Aneka Tambang. Dokumen setebal 53 halaman yang saya kutip bertajuk SIHAYO SITE VISIT—7th/8th June 2010—selanjutnya akan disebut Dokumen C. Dalam poin disclaimer di halaman 2 Dokumen C tertulis “This Document is being provided exclusively to investors…,” [dokumen ini secara istimewa ditujukan kepada investor-investor,…—terjemahan bebas; BB]. Kurang ajar!!! Jadi sebenarnya aku ini tidak berhak membaca dokumen tersebut, padahal mereka sedang membuat peta dimana di dalamnya ada Kampungku.

Sebelum masuk ke permasalahan PT SMM, saya akan bercerita sedikit soal Gunung Kulabu. Nama Gunung Kulabu tampaknya tidak ada dalam nomenklatur sains. Dia memang bukan gunungapi (vulkanik), tetapi adalah salah satu rangkaian tinggian pada zona Patahan Sumatra yang secara memanjang membentuk gawir dan tinggiannya menjadi rangkain Pegunungan Bukit Barisan. Tidak banyak orang dari luar yang tahu keberadaan Gunung Kulabu. Tetapi bagi warga desa yang berada pada sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Pungkut, saya yakin bahwa semua penduduk di sana akrab dengan nama Gunung Kulabu. Entah apa sebabnya diberi nama Gunung Kulabu, saya tidak tahu pasti. Dugaan saya, karena hampir sepanjang tahun Gunung Kulabu selalu saja diselimuti awan, khas pegunungan tropis. Penduduk kemungkinan besar memakai nama Gunung Kulabu karena adanya awan-awan itulah. Kulabu kalau kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya kira-kira adalah Kelabu, warna awan.

Coba tanya saja pada warga di sepanjang DAS Batang Pungkut, mulai dari Desa Muara Pungkut, Saba Garabak, Huta Pungkut, Sipalupuk, Tolang, Simangambat, Muarasaladi, Simpang Duhu, Alahankae, Hutana Godang, Hutapadang, Simpang Banyak dan Simpang Lolo. Anda boleh percaya boleh tidak, tetapi saya percaya bahwa mereka akan mengenal Gunung Kulabu. Desa-desa yang saya sebutkan namanya berada pada DAS Batang Pungkut yang berada di sisi barat Gunung Kulabu. Peta 1 adalah peta yang menunjukkan posisi Gunung Kulabu dan DAS di sekitarnya.

peta 1: Gunung Kulabu dengan Sungai Batang Pungkut di sebelah barat dan Sungai Batang Gadis di sebelah timur. Daerah Gunung Kulabu kira-kira yang dilingkari warba merah putus-putus. Perhatikan kondisi Gunung yang diselimuti awan kelabu. Sumber citra: googleearth; 31 Agustus 2010.

Kalau di sisi barat Gunung Kulabu ada Sungai Batang Pungkut, maka di sisi timur Gunung ini ada Sungai Batang Gadis. Kedua Sungai kemudian bertemu di Desa Muara Pungkut, yang terletak persis di lintas jalan raya Sumatara (Panyabungan-Bukit Tinggi). Gabungan kedua sungai inilah yang kemudian banyak dikenal dengan nama Sungai Batang Gadis—untuk membedakannya, dalam tulisan ini selanjutnya akan disebut dengan BG—dan bermuara di Singkuang, daerah Natal, di Pantai Barat Pulau Sumatra.

Saya tidak begitu akrab dengan keseharian masyarakat yang berada di sisi timur Gunung Kulabu ini karena Desa saya ada di sisi barat. Akan tetapi, tampaknya masyarakat yang berada di sisi timur (DAS Batang Gadis) juga—saya yakin—sangat mengenal Gunung Kulabu. Kalaupun mungkin namanya berbeda, saya yakin bahwa gunung yang dimaksud adalah Gunung yang sama. Ada beberapa desa yang berada pada DAS Batang Gadis di sisi barat Gunung Kulabu ini, mereka adalah: Pakantan (Jae, Julu, Dolok, Lombang, dan Poken), Muarasipongi (Ibu Kota Kecamatan), Tobang, Usor Tolang, Botung, Muara Botung, Tamiang, dan Huta Dangka.

Dengan demikian, Gunung Kulabu menjadi area tangkapan air bagi kedua sungai (Batang Gadis dan Batang Pungkut), untuk selanjutnya bertemu di BG dan bermuara di Singkuang. Pada sepanjang DAS BG ini warga menggunakan air untuk berbagai keperluan. Mulai dari konsumsi (minum, memasak) terutama pada bagian-bagian hulu; sampai mencuci dan  mengairi sawah serta perkebunan. Dengan demikian, kedua sungai ini, menjadi elemen yang sangat vital bagi Desa-Desa yang berada pada sepanjang DAS-nya. Hal ini tampaknya sudah berlangsung sejak lama, karena letak-letak Desa yang saya sebutkan di atas memanjang mengikuti aliran sungai pada DAS BG ini. Artinya, ancaman bagi Gunung Kulabu, adalah ancaman bagi keberlanjutan hidup masyarakat yang berdiam pada sepanjang DAS BG.

Dengan arti penting Gunung Kulabu seperti di atas, maka menarik untuk mencermati peta eksplorasi PT SMM, terutama untuk wilayah kontrak karya mereka yang di Blok Selatan (Blok Pungkut). Tentang ini, saya sajikan dalam peta 2.

peta 2: area kontrak karya Sorik Mas Mining di daerah Gunung Kulabu. Area Gunung Kulabu kira-kira adalah yang dilingkari warna hijau putus2. Sumber: Dokumen C

Kalau kita cermati Peta 2 ini maka sebenarnya PT SMM sedang mencoba mengacak-acak Gunung Kulabu serta dua sungai yang berada di sisi barat dan timurnya (Sungai Batang Pungkut dan Sungai Batang Gadis). Ditambah mereka juga melakukan eksplorasi di daerah Mandagang yang merupakan area tangkapan air bagi Sungai yang berasal dari Desa Manambin dan Sungai yang berada di Muara Siabut. Selanjutnya ke arah utara, mereka juga melakukan eksplorasi di Pagar Gunung yang merupakan area tangkapan air bagi Sungai yang bermuara di Singengu, Kotanopan.

Dengan demikian, kalau kita cermati betapa bersemangatnya PT SMM mengembangkan proyek mereka di Mandailing Natal, baik Blok Utara di Sihayo maupun Blok Selatan di Ulupungkut, maka dapat dismpulkan bahwa pada saat yang bersamaan sebenarnya mereka sedang mengacak-acak jantung Mandailing. Mandailng Jae diacak-acak melalui proyek mereka di Huta Bargot Julu. Mandailing Julu mereka acak-acak melalui proyek mereka di sekitar Gunung Kulabu. Saya tidak sanggup menuliskan apa yang akan terjadi pada semua Desa di sisi barat dan timur Gunung Kulabu kelak kalau PT SMM masih tetap meneruskan aktivitas mereka. Karena itu, bagi saya sudah sangat jelas, tak ada pilihan lain kecuali kembali menyerukan kepada semua Mora, Kahanggi dan Anak Boru di Mandailing: USIR PT SORIK MAS MINING DARI BUMI MADINA!!!

AYO BERJUANG!!! BERGABUNGLAH DI GROUP “USIR SORIK MAS MINING DARI BUMI MADINA” di fesbuk. AJAK PULA KAWAN2 KITA YANG LAIN: link

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

27 Balasan ke Sorik Mas Mining Juga Mau Menjarah Gunung Kulabu

  1. selvi berkata:

    wah wah nice fact Bos, ada baiknya juga nulis di koran lokal atau nasional tentang hal ini. Biasalah, mereka (SMM) pasti baru akan respond, dan paling tidak akan menunjukkan usaha apa yg mereka lakukan di bumi Madina, mereka kan perusahaan terbuka, jadi wajib ada pertanggungjawaban sosialnya. Kalo berharap mereka hengkang mkn butuh waktu, berhubung banyak pihak (orang) yang diuntungkan.

    • bosman berkata:

      tengkyu Selv, ya. kayaknya aku harus menjadi penulis koran. bagiku pertarungannya sangat sangat riil. terima kasih untuk apresiasinya. 🙂

  2. Rizki Kurnia Batubara berkata:

    ahado na terjadi sabotulna uda’ i ???

    • bosman berkata:

      sabotulnya, Sorik Mas Mining git martombang sere di gunung kulabu dohot di hutabargot julu, sega sude batang aek, sega pancarian nia alak di itaan. imada so anso inda bisa i padiar-diar. anggo alak kitaan paling2 kan jadi kuli tebas dot kuli angkut, sanga paling mungkin usaho marmenek2 marjagal pocal. sere dot epeng nai i oban perusahaan i tu luar negeri.

  3. syarifuddin lubis berkata:

    songonjia do cara mangusir na abanganda….????
    mohon arahan selanjutnya

    • bosman berkata:

      cara mangusirna, caritoon keadaan on tu sabahat mungkin kalak di itaan anso rap sodar be bahayana, dungi marorganisasi baru pula git ro tu itaan, ulang adon nara mangalehen bagas, ulang adong nara mangalehen tano, dll.

      • loebiz mudan berkata:

        ow tulang………..sekedar namanyampaion pendapat ni dongan2,,,

        anggo menurut dongan2 ison nda bisa anggo um namarcarito tu alak hitaan,harana proses i mangan waktu lama untuk mengusir PT. SMM,,,
        anso amidokon pe soni : halak kan sebgian besar na manjaliki epeng do,jadi anggo ro ma PT.SMM misalna manyapai tano ibayar kalai sagodang mungkin pasti sebagian besar alak manarimo na dengan senang hati tanpa mamikirkon bahaya na terjadi tu selanjutna.jadi menurut dongan2 porlu do kerjasama dohot pemerintah setempat.misalna songon di kampung kepala desa,harana atas persetujuan ni halai do sanga aha na angkan terjadi di kampung i kan.

      • bosman berkata:

        sepakat tulang dohot pandapot ni dongan2 i. tai usapai mamu jolo? sepakat damu tu tulisan2 ni tulangi bahasona akibat ni tambang on na sangat jat na tu alak kitaan?

        pula sepakat, berarti ima masalah na paling godang, di sada sisi alak i git manarimo uang cepat hara ni susahna keadaan gara2 ni borat ni ekonomi, tai di sisi lain adong tawaran uang cepat, sementara ita (minimal tulang) madung i ida tulang bahasona dampak ni tambang on na luar biasa manghancurkon.

        jadi isi ma tantangan na paling godang, sondia manjelaskon permasalahan on tu alak kitaan, manjalaki solusi ekonomi alternatifna selain tambang. memang susah mungkin anggo langsung tarik tinggi angkon sagodang epeng ni tambang, tai bisa imuloan sian marmenek2 sanga aha kegiatan ekonomi na bisa ikarejoon anso ulang targiur kalak tu tambang on, anso rap manyodari be bahayana tu hita sude.

        sepakat jua, inda hum pamarentah, sude pihak angkon na ita ajak bekerja sama, manjelaskon permasalahan on tu sude koumta di itaan.

        manjawab tantangan2 na di gincat ian ma manurut tulang salah satu tantanganta sebagai generas muda Madina. memang inda momo, mari ma hita karejoon aha na bisa dot mungkin ita karejoon. tulang sannarai na bisa ikarejoon tulang, baru manulis na songon on an dope. anggo adong rasoki sian Tuhan tai, pasti mulak tulang tu itaan.

        sonima kira-kira, dungi, kirim solom di dongan2 da, setidakna ulang putus komunikasinta, tetap terjaga hubungan dan pertukaran informasi, anso momo ita markoordinasi. saulaknai, kirim solom tu dongan2, ualng bosan2 mardiskusi mengenai Madina on.

        salam
        bosman

      • loebiz mudan berkata:

        jd tulang………..ami pe dohot dongan mambaen usahona anso nda terpengaruh alk tu tambang on.

  4. Ping balik: PT Sorik Mas Mining Merancang Lubang Raksasa di Puncak Tor Sihayo « ACTIVE MARGIN

  5. Bronto Sutopo berkata:

    Bang Bosman, apa pernah melihat langsung kegiatan mereka di lapangan…?? Salam BS

  6. Paulo Renata berkata:

    Salut buat Bang Bosman, terus berjuang Bang, Dont Give Up…
    Comment: data yang ditampilkan tentang rencana penambangan cukup baik, tetapi alangkah baiknya, supaya objektif perlu diketahui juga apa perusahaan ybs. punya rencana social responsibility ke masyarakat sekitar dan program penataan lingkungan pertambangan yang baik

    Cheers

    Paulo.R

  7. Deddy Suwadi SR SH berkata:

    Saya sangat sependapat dengan bung Bosman, untuk menyelamatkan lingkungan berupa pelestarian sumber daya air (sungai Batang Gadis dan Batang Pungkut), sebaiknya proyek pertambangan tersebut perlu ditinjau ulang. Sedikit banyak saya mengetahui daerah itu, karena ada keluarga yang tinggal di Simangambat, maupun di Kotanopan. Untuk itu, sebaiknya Sdr. Bosman tulis surat ke DPR-RI dan ke Menteri ESDM. untuk itu saya dukung perjuangan tersebut.

    • bosman berkata:

      banyak langah yang bisa dilakukan Pak Deddy, salah satunya surat itu. tetapi yang penting menurut saya pada saat ini adalah konsolidasi dan memperbanyak kawan dulu. terima kasih masukannya. jangan lupa gabung di group “USIR SORIK MAS MINING DARI BUMI MADINA” di facebook ya Pak, biar koordinasi dan lalulintas informasi dan idenya lancar dengan semua kawan kita di sana.

      terima kasih
      bosman

  8. Aldi berkata:

    Tanya : Apakah ada jaminan PT SMM dalam operasinya tidak akan merusak lingkungan hidup dan segala akibatnya terhadap masyarakat lokal??

    Jawab : Tidak Ada!

    Alasan : PT SMM jilankan oleh manusia. Belum ada industri pertambangan di Indonesia yg dapat dijadikan contoh ideal. Industri pertambangan modern berlandaskan azas kapital. Komponen pelaksana pemerintahan pusat dan daerah yg tdk “bersih” berpotensi memuluskan upaya penguasaan SDA tak terbarukan itu kepada pemilik modal dan segelintir orang / penguasa saja.

    Secara umum pertambangan memang memberi kontribusi besar kepada negara, seperti lapangan pekerjaan baru, comdev, akses ke dunia luar, tetapi sekali lagi tdk ada jaminan warga lokal yg bersahaja akan hidup sejahtera. Saya pribadi mendukung langkah bung Bosman utk berdialog lebih dalam mengenai permasalahan ini. Semoga menemukan solusi yg konkrit, demi kepentingan warga Madina.

  9. bosman berkata:

    waktu aku diskusi sama si Zainur Arifin di iagi.net dia bilang bahwa area explorasi mereka tak sampai ke Gunung Kulabu, saya tidak tahu pasti soal itu, sebab saya sendiri tidak pernah ke gunung Kulabu. bagi saya itu area keramat. entahlah mana yang pasti. tapi kalau dari peta, sepertinya mereka sampai di Gunung Kulabu.

  10. Abdul Muin Lubis, SE berkata:

    Usir saja PT. SMM dari Bumi Mandailing karena mereka menambah sengsara orang Mandailing yang bertambah kaya hanya pejabat saja masyarakat Mandailing tidak ada mendapat manfaat dari PT. SMM, mereka hanya meninggalan malapetaka saja bagi orang Mandailing di kemudian hari.

  11. Mannieba berkata:

    Salam.
    Tulisanmu cukup berguna.
    Salam.

  12. dogom berkata:

    JANGANLAH ANTI INVESTOR, CUMA AWASI MEREKA BAIK-BAIK SUPAYA JANGAN MERUSAK. KAMI ORANG PANTI – RAO DAPAT APA DARI PROYEK INI?

  13. imam berkata:

    mana yang lebih bagus di kelola perusahaan apa masyarakat menambang …..!
    apa dampak dari keduanya….? karena uda tau bahwa daerah itu ada emasnya.
    mana yang lebih menguntungkan dari keduanya….?
    mana yang lebih bermanfaat dari keduanya…?

    • kelana nasution berkata:

      klu saya pribadi mengatakan lebih baik tambang tsb dikelola oleh rakyat karna manfaatnya langsung dirasakan oleh rakyat klu dikelola oleh tambang apa yg di dapat oleh rakyat naga juang sekitarnya pali hanya segelintir saja yg dpt kerja disitu dah banyak org madina yg melamar kerja disitu tp org yg dtg trnyata org dari Medan, nah klu mereka explore tentu banyak kerusakan yg diakibatkan secara besar2n

  14. munawir berkata:

    apa komen aksi demo terahir di nagajuang?

  15. dino berkata:

    betul sekali PT SMM malah mempekerjakan orang bandung,flores,ambon,medan hanya sbg satpam,orang lokal dikesampingkan,mereka mendalihkan bahwa tanah tsbt adalah hutan lindung,nah lo kalo hutan lindung bukannya malah harus dilestarikan?? kenapa malah jadi areal pertambangan,apa kkita rela puluhan tahun ke depan masy madina tidak bisa mandi dan minum air??

  16. cut nuraini berkata:

    Haloo dek Bosman, apakabar. Sebagai orang luar yang sangat dekat dengan Mandailing, fenomena SMM ini sangat mengganggu sekali rasanya. Mandailing sudah seperti kampung halaman sendiri bagi saya. Walaupun penelitian saya dii Mandailing belum selesai, tetapi sejauh ini saya melihat bahwa tor, gunung, memiliki makna tersendiri didalam pemikiran warga Mandailing. Gunung memiliki nilai historis yang berkaitan dengan asal-usul warga Mandailing. Jadi, memanipulasi atau apapun itu yang dilakukan terhadap Gunung, semestinya juga akan mempengaruhi nilai historis keberadaan orang-orang Mandailing. Padahal, peradaban suatu masyarakat sangat erat kaitannya dengan sejarah.
    Melalui pesan ini, saya ingin menghimbau pada seluruh masyarakat Mandailing, ayo rapatkan barisan. Sejak dulu, nenek moyang Mandailing selalu mengutamakan pokat dalam menghadapi masalah apapun. Adaa baiknya kita kembali mengingat pepatah nenek moyang kita : Sada huat to julu, duaa huat tu pudi. Apapun yang akan kita lakukan untuk kepentingan sekarang dan masa depan, kita jangan lupaakan tentang sejarah. Memang masa depan itu penting, tetapi bukankah masa depan adalah bias dari masa kini, dan masa kini adalah bias dari masa lalu. Apaa yang akan terjadi nanti dii masaa depan, jika gunung sebagai tempat bersejarah yang pernah ditorehkan oleh nenek moyang, dii rusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab… Bisa jadi, ini adalah awal kehancuran peradaban Mandailing yang sudah terkenal sejak jaman dulu. Ayoo mandailing, rapatkan barisan, marpokat-lah. Lakukan tradisi dulu yang sangat kental dengan kebersamaan. Ingatlah prinsip markoum-marsisolkot. Jika kita semuaa satu suara, tidak adaa yang dapat menghancurkan. Sekecil apapun usaha yang kita lakukan, yakinlah bahwa itu menunjukkan bahwa kita adaa, bahwa masyarakat Mandailing eksis. Langkah pertama untuk menghadapi masalah ini adalah, masyarakat harus memiliki satu persepsi yang sama dengan fenomena SMM. Untuk itu, warga Mandailing marpokatlah. Bosman harus bertindak sebagai mediator, agar masyarakat paham betul masalahnya. Tetap semangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s