Peradi: Konsultasi PT SMM akal-akalan

PANYABUNGAN – Ketua Peradi Tabagsel, Ridwan Rangkuty, mengatakan konsultasi PT Sorik Mas Mining (SMM ) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Hotel Payaloting dan aula kantor bupati Madina, diduga program akal-akalan untuk mengelabui masyarakat.

“Seolah-olah PT SMM benar-benar akan memperhatikan kelestarian lingkungan. He ternyata mengakali masyarakat, supaya dianggap Amdal   PT SMM tidak lagi mencemarkan lingkungan, sehingga masyarakat dapat hidup sehat dan sejahtera,” kata Ridwan, tadi siang.

Disebutkan, dugaan itu didasarkan kepada sikap bupati Madina yang tiba-tiba mendukung keberadaan PT SMM. Padahal, selama 11 tahun, Amru Daulay sebagai bupati Madina sangat menentang keberadaan PT SMM yang sudah 12 tahun lebih beroperasi.

“Seharusnya bupati Madina yang terpilih mengundang semua elemen masyarakat untuk membahas masa depan PT SMM.  Kita tidak menentang keberdaan PT SMM mengekploitasi perut bumi, walaupun arealnya berada di hutan lindung,” tandasnya.

Namun, yang menjadi permasalahan bagi warga, menurutnya, apakah ada jaminan PT SMM dalam oprasinya tidak akan merusak lingkungan hidup dan segala akibatnya.

Ditegaskan, dalam menyusun Amdal  tahap ekploitasi banyak peraturan perundang-undangan yang harus menjadi rujukan. Terutama peraturan pemerintah (PP) Nomor 27 tahun 1999 tentang Amdal  dan Undang-undang Nomor 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup.

“Masyarakat tidak mengetahui peraturan soal Amdal. Ironisnya, bantuan PT SMM kepada desa sekitar lokasi tambang dianggap sebagai kebaikan perusahaan. Mereka tidak tahu dalam jangka panjang, justru mereka yang kena dampaknya,” pungkas Ridwan.

Disebutkan, masyarakat adat tidak tahu akan terjdi perubahan iklim yang dipadukan dalam program pengurangan emisi dari kerusakan dan penurunan kualitas hutan dan lingkungan hidup (REDD) sebagai megister hukum dalam bidang pertanggungjawaban pidana korporasi terhadap kerusakan lingkungan.

“Saya dapat memastikan akan ada kerusakan lingkungan hidup yang menjadi permasalahan, bagaimana dalam menyusun Amdal ada jaminan dalam tahap produksi tidak akan merubah struktur tanah dan tidak berdampak kepada sumber mata air, serta lainnya,” ujarnya.

Jadi, katanya, peningkatan kualitas air dan populasi biota, serta keanekaragaman jenis hayati, bermuara kepada pulihnya ekosisitem alam sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 tahun 1997 tentang pengelolaa lingkungan hidup dan PP Nomor 27 tahun 1999 tentang Amdal.

“Jika semua tidak terpenuhi, maka secara korporasi, PT SMM dapat di pidana dengan tuduhan melakukan pengerusakan lingkungan. Saya perlu ingtakan Kepala Bapedalda Madina agar dalam menyusun personil komisi Amdal  PT SMM harus benar-benar punya kapasitas dan kualitas,” bebernya.

Editor: SASTROY BANGUN

Sumber: http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=136336%3Aperadi-konsultasi-pt-smm-akal-akalan&catid=15%3Asumut&Itemid=28

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s