5.000 Warga Madina Tolak PT Sorikmas Mining

Sunday, 31 October 2010 14:49

E-mail Print PDF

Medan, (beritasumut.com)

Sebanyak 5.000 warga masyarakat Kecamatan Siabu dan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menolak PT Sorikmas Mining beroperasi di areal Taman Nasional Batang Gadis (TNBG).

Hal itu disampaikan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Utara (Walhi Sumut) Syahrul Isman Sagala kepada beritasumut.com di Medan, Ahad (31/10/2010).

Dijelaskan, tandatangan penolakan 5.000 warga atas beroperasinya PT Sorikmas Mining telah dikirim Walhi Sumut ke Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ESDM, Gubernur Sumut, DPR RI dan DPRD Sumut.

“Kita berharap, dengan adanya 5.000 tandatangan penolakan tersebut, pemerintah meninjau ulang konsesi PT Sorikmas Mining di Kabupaten Mandailing Natal,” ujar Syahrul.

Alasan masyarakat Bumi Gordang Sembilan menolak PT Sorikmas Mining beroperasi di areal TNBG, antara lain karena keselamatan warga terancam akibat areal eksploitasi berada di ketinggian.

Kemudian, pertambangan emas dikenal sangat rakus air sebab untuk mendapatkan 1 gram emas saja, dibutuhkan 1.000 liter air. Sehingga jika PT Sorikmas Mining beroperasi, masyarakat sekitar yang selama ini hidup dari sektor pertanian akan terganggu. Karena air di sekitar areal pertambangan termasuk air dari Sungai Batang Gadis akan disedot.

Selain itu, jika PT Sorikmas Mining beroperasi, maka Sungai Batang Gadis yang selama ini digunakan masyarakat dari hulu sampai hilir untuk kehidupan sehari-hari, akan tercemar. Padahal selama ini masyarakat selalu menjaga kelestarian Sungai Batang Gadis seperti membuat lubuk larangan di bagian hulu sungai.

“Kalau Sungai Batang Gadis sampai tercemar, dipastikan bukan hanya masyarakat yang berada di bagian hulu sungai yang terdampak, masyarakat yang tinggalnya jauh di hilir sungai juga akan ikut merasakan dampaknya,” ujarnya.

Terkait soal Amdal, Walhi Sumut hingga saat ini mengaku tidak mengetahui Amdal seperti apa yang disusun pihak PT Sorikmas Mining. Diakui Syahrul, pihak perusahaan pernah membuat pengumuman di salah satu media lokal tentang Amdal, tapi sampai saat ini tidak satu pun masyarakat yang dilibatkan. Padahal dalam UU 32 Tahun 2002 Tentang Lingkungan, pelibatan masyarakat dalam penyusunan Amdal diatur.

Di sisi lain, Walhi Sumut juga menyesalkan putusan Mahkamah Agung yang memenangkan gugatan PT Sorikmas Mining yang menyebutkan luas areal TNBG berkurang karena sebagian merupakan areal PT Sorikmas Mining.

Sementara berdasarkan riset yang dilakukan, terdapat jenis mamalia dan flora di areal TNBG yang dalam regulasi di Indonesia dilindungi. Nah, jika PT Sorikmas  Mining sampai beroperasi, dipastikan sejumlah biodiversity di areal TNBG akan terganggu, tandas Syahrul. (BS-002)

sumber: beritasumut.com

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke 5.000 Warga Madina Tolak PT Sorikmas Mining

  1. RISKYSABILI berkata:

    masyarakat Hutagodang muda.Tanjung Sialang dan Naga Juang bukan bukan tumbal untuk sorik masmining OM PEMERINTAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s