Ribuan Warga Demo Tolak PT SM

Monday, 22 November 2010 22:33

E-mail Print PDF

Panyabungan, (beritasumut.com)

Ribuan masyarakat Kecamatan Naga Juang tergabung dalam Aliansi Forum Masyarakat Naga Juang (FMNJ) berunjuk rasa ke gedung DPRD Mandailing Natal (Madina), Senin (22/11/2010), menolak perusahaan tambang emas PT Sorikmas Mining beroperasi di Naga Juang sekitarnya.

FMNJ terdiri dari tujuh desa yakni Desa Banua Rakyat, Banua Simanosor, Humbang I, Sayur Matua, Tambiski Nauli, Tambiski dan Tarutung Panjang.

Ribuan masyarakat dalam pernyataan sikapnya menyatakan, surat No 02/FMN.TT/2010 yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia tanggal 11 Oktober 2010, agar izin kontrak karya PT Sorikmas Mining ditinjau ulang di wilayah Kabupaten Mandailing Natal, harus ditindaklanjuti.

Kemudian, masyarakat Naga Juang menolak segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh PT Sorikmas Mining di wilayah Kecamatan Naga Juang.

Masyarakat Naga Juang juga meminta Bupati dan DPRD Madina serta instansi terkait, agar dapat memperjuangkan aspirasi penolakan terhadap PT Sorikmas Mining. Apabila tidak ada penyelesaiannya, maka masyarakat akan menduduki PT Sorikmas Mining hingga keluar dari bumi Mandailing Natal.

Dalam pernyataan sikap terakhirnya, masyarakat Naga Juang menyatakan akan menutup semua akses jalan PT Sorikmas Mining di wilayah Naga Juang pada tanggal 1 Desember 2010, apabila tidak ada penyelesaian dari Bupati dan DPRD Madina.

Dalam orasi maupun spanduk yang dibawa pendemo menunjukkan bahwa penolakan terhadap PT Sorikmas Mining adalah harga mati. Karena PT Sorikmas Mining sangat merugikan dan meresahkan masyarakat Kecamatan Naga Juang sekitarnya.

Isi dari spanduk para pendemo antara lain, pemerintah wajib mendekat diri pada kepentingan masyarakat dan Pemerintah Madina harus membentuk tim manajemen independen untuk studi Amdal PT Sorikmas Mining. Kepada DPRD, buktikan bahwa DPRD Madina pro rakyat.

Dalam orasi yang disampaikan, masyrakat mendesak supaya PT Sorikmas Mining angkat kaki secepatnya dari Madina karena PT Sorikmas Mining sudah meresahkan masyarakat Naga Juang yang berada di sekitar areal tambang.

Nurdin (47), salah seorang pengunjuk rasa yang berhasil dikonfirmasi wartawan menyatakan, masyarakat sangat khawatir dengan adanya perusahaan pertambangan PT Sorikmas Mining di wilayah mereka. Sebab keberadaan tambang tersebut dinilai akan merusak struktur tanah dan hal itu amat sangat berbahaya.

Sebagai contoh terjadinya banjir bandang di wilayah Wasior, Irian Jaya, lumpur Lapindo di Jawa timur, banjir bandang di Bahorok, Sumatera Utara, masalah merkuri di Sulawesi Utara, pertambangan Freeport di Irian Jaya, dan yang lainnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Madina Imran Khaitami Daulay SH dalam tanggapannya menjawab semua pernyataan sikap dari masyarakat forum masyarakat Naga Juang, menyatakan DPRD Madina sangat merespon unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat Naga Juang. Karena DPRD juga sangat mengerti dengan apa yang dikhawatirkan oleh masyarakat.

“Untuk menyahuti suara dari masyarakat ini, saya akan membuat tim pansus yang mana pansus ini akan melibatkan semua komisi yang terkait dengan segala unsur, baik itu yang membidangi pertanahan, perkebunan, kehutanan sampai keuangan,” tegas Imran.

Masih kata Imran, intinya DPRD Madina sangat menyahuti dan mendukung aksi gerakan masyarakat Naga Juang dan akan segera melakukan suatu gerakan yang berguna untuk memikirkan kepentingan masyarakat dan kesejahteraannya.

Setelah dari Gedung DPRD, FMNJ langsung melakukan demo lagi ke Kantor Bupati Mandailing Natal, dengan tujuan yang sama, yakni untuk menuntut agar pemerintah menyetop kegiatan PT Sorikmas Mining agar tidak lagi melakukan penambangan.

Selain menuntut agar PT Sorikmas Mining angkat kaki dari Kabupaten Mandailing Natal, pendemo juga meminta agar pihak Pemerintah Kabupaten Madina menunjukkan surat izin PT Sorikmas Mining untuk melakukan penambangan.

Aksi penolakan terhadap PT Sorikmas Mining beroperasi di Madina sudah berlangsung berkali-kali. Sebelumnya, warga Desa Tangga Bosi, Kecamatan Siabu, juga memblokir jalan menuju areal tambang PT Sorikmas Mining. Kemudian, PC PMII Madina juga demo menolak keberadaan PT Sorikmas Mining di Madina. (BS-026)

sumber: http://beritasumut.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2353&catid=35&Itemid=77

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s