Lagi, PMII Demo PT SM

Panyabungan, (beritasumut.com)

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Mandailing Natal kembali mendatangi Kantor PT Sorikmas Mining di Dalan Lidang, Panyabungan dan Jalan Syech Abdul Kadir Mandili, Kelurahan Panyabungan III, Jumat (26/11/2010). Mahasiswa sempat melempari Kantor PT SM dengan telur.

PC PMII Madina dalam pernyataan sikapnya menolak dengan tegas keberadaan perusahaan tambang emas PT SM dan semua tindak tanduknya di Kabupaten Mandailing Natal. Meminta pertanggungjawaban PT SM atas kerugian yang dialami masyarakat khususnya di areal PT SM.

Mahasiswa juga meminta penjelasan PT SM tentang kuasa pertambangan yang diberikan pemerintah untuk mineral golongan C yang termaktub pada Pasal 4 Kontrak Karya, bahwa daftar kuasa pertambangan yang masih berlaku adalah belerang.

Meminta penjelasan tentang Pasal 13 Kontrak Karya yang mengatur pajak dan lain-lain kewajiban keuangan perusahaan, jelaskan realisasi iuran tetap tahap penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, kontruksi dan operasi.

Kemudian PMII juga meminta penjelasan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang perpanjangan tahap VI kegiatan eksplorasi pada sebagian wilayah kontrak karya PT SM, dimana keputusan tersebut menjelaskan bahwa perpanjangan tahap VI kegiatan eksplorasi pada sebagian wilayah kontrak karya PT SM seluas 32.560 ha untuk selama 12 bulan yang berlaku mulai 7 Oktober 2009 sampai 6 Oktober 2010.

Meminta dengan tegas kepada Pemerintah Pusat dan Daerah meninjau ulang izin operasional dan segera mencabut konsensi PT SM dan juga tentang keberadaan PT SM sejak beroperasi 12 tahun yang lalu, hanya berkedok masih dalam tahap eksplorasi dan studi amdal yang pada hakikinya dinilai suatu kejahatan sistematis yang luar biasa untuk “merampok” dan menguras kekayaan tambang Madina dan sampai sekarang sama sekali belum memberikan manfaat apapun bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Masih dalam pernyataan sikapnya, PMII juga menyatakan PT SM hanya menjadi sumber bencana besar dan membuka pintu utama bagi kesengsaraan rakyat Madina dan juga keberadaan PT SM dinilai sarat dengan kepentingan kapitalis yang hanya mengeruk kekayaan Madina untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Selanjutnya areal PT SM tumpang tindih dengan areal Taman Nasional Batang Gadis yang dinilai beresiko tinggi akan merusak ekosistem, hutan, kelestarian hayati (flora dan fauna), pencemaran lingkungan, mafia tanah ulayat, mengancam kesehatan juga keselamatan masyarakat. Parahnya lagi akan menganggu sektor pertanian dan perkebunan yang merupakan mata pencarian utama masyarakat di areal pertambangan.

Selain membacakan pernyataan sikap, massa PMII dalam orasinya juga menuding bahwa PT SM telah melakukan pengkotak-kotakan masyarakat, politik adu domba yang berakibat akan menimbulkan konflik sosial dan horizontal di tengah masyarakat.

Untuk itu PMII mengajak masyarakat Madina untuk bersinergi melakukan perlawanan secara simultan dan solid untuk bersama-sama melakukan penolakan terhadap keberadaan PT SM di Kabupaten Mandailing Natal.

Merasa kesal aksi mereka tidak ditanggapi, puluhan massa PC PMII dengan Koordinator Lapangan Supendi, Imsaruddin Nasutiuon, Puli Matogu, Al Asfuri, M Ikhsan Matondang, Khoirul Andi dan M Ridwan Lubis, melempari Kantor PT SM dengan telur.

Aksi mahasiswa berhasil dihentikan aparat Polres Madina yang melakukan pengamanan di sekitar kantor PTSM.

sumber: http://www.beritasumut.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2390:lagi-pmii-demo-pt-sm&catid=38:peristiwa&Itemid=77

Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s