DPRD Sumut Diminta Turun ke Madina Tinjau Sorik Mas

Sumatera Utara Jumat, 11 Feb 2011 07:37 WIB
MedanBisnis – Panyabungan. DPRD Sumut diminta turun ke Mandailing Natal (Madina) untuk meninjau langsung ke lapangan, sehingga mengetahui keberadaan perusahaan tambang mas PT Sorik Mas Mining, apakah sudah pada tahap produksi (eksploitasi) atau masih sekadar eksplorasi.

Langkah itu perlu dilakukan guna menjawab keraguan sejumlah anggota Komisi D DPRD Sumut, di antaranya Jamaluddin Hasibuan, yang menduga PT Sorik Mas secara diam-diam sudah melakukan eksploitasi. Hal itu disampaikan Jamaluddin dalam rapat dengan Kadis Pertambangan dan Energi Sumut, Untungta Kaban, di gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (9/2).

“Turung dong, lakukan investigasi lapangan sebagai sosial control, jangan hanya bertanya di Medan. Jika perlu buat hak angket,” kata tokoh masyarakat Madina, Ahmad Diapari Pulungan kepada MedanBisnis, di Panyabungan, Kamis (10/2).

Menurutnya, DPRD Sumut jangan hanya sekadar menduga-duga atau menerima laporan, namu turun langsung ke lapangan, sekaligus enyerap aspirasi masyarakat di kawasan pertambangan.
“Berbagai desakan penghentian aktivitas kepada PT SMM ini dari kalangan masyarakat, mahasiswa dan pecinta lingkungan, bahkan dulunya pemerintah daerah sudah dilakukan, namun operasi perusahaan terus berjalan,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, ketika masyarakat bergolak, PT SMM melakukan berbagai upaya pendekatan, antara lain memberikan bantuan pembangunan sarana infrastruktur bangunan ke setiap sarana ibadah di sekitar areal penambangan. Namun jika dikaji, kehadiran perusahaan pertambangan itu pasti akan menimbulkan dampak negatif, seperti persoalan lingkungan, serta lahan yang kini dikuasai, yang diduga sebagian milik masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi D DPRD Sumut mempertanyakan hasil eksplorasi tambang emas PT Sorik Mas Mining, di atas lahan 66.200 hektar di Madina. Pasalnya, eksplorasi itu sudah bertahun-tahun dilakukan, namun hasilnya belum juga diketahui.
Bahkan, anggota Komisi D Jamaluddin Hasibuan menduga perusahaan tambang emas itu sebenarnya sudah masuk pada tahap eksploitasi dan meraih labah.

“Saya menduga, Sorik Mas tidak lagi mengeksplorasi, tetapi sudah mengeksploitasi. Bagaimana ini?” tanya Jamaluddin.

Kadistamben Sumut Untungta Kaban menyebutkan, Sorik Mas Mining belum sampai pada tahapan eksploitasi atau produksi. Selain itu, perusahaan tersebut sampai kini belum juga mengajukan penanganan analisis dampak lingkungan. “Laporan ke kami dan hasil temuan kami, mereka masih eksplorasi dan belum berproduksi,” sebutnya.

Jawaban Untungta itu tidak membuat Jamaluddin puas. Ia pun mengusulkan agar Komisi D menjadwalkan kunjungan langsung ke lapangan. Usulan itu didukung Ketua Komisi D Maratua Siregar. “Ya, ya akan kita jadwalkan nanti,” kata Maratua. (henri)

sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/02/11/19116/dprd_sumut_diminta_turun_ke_madina_tinjau_sorik_mas/

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke DPRD Sumut Diminta Turun ke Madina Tinjau Sorik Mas

  1. Gayuh NDP berkata:

    Para pejabat itu pun belum mengerti kalau eksplorasi emas itu butuh waktu yg tidak sebentar, bahkan bisa belasan tahun sebelum tahap produksi. Itupun belum tentu diproduksi/ditambang juga jika tidak ekonomis sumber dayanya.

    Tapi memang di aturan yg sekarang, IUP Eksplorasi pun sudah harus menyertakan studi dan pelaporanan AMDAL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s