Camp Milik Perusahaan Tambang Emas Dibakar

Senin, 30 Mei 2011 Lima ratusan warga Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Madina, mengamuk kemarin (29/5). Mereka membakar camp dan logistik PT Sorikmas Mining di Tor Sihayo, sekitar 10 kilometer dari pemukiman.
Kemarahan warga ini dipicu sikap PT Sorikmas Mining (SM) yang dianggap tidak kooperatif karena belum juga memenuhi tuntutan warga yang berdomisili di sekitar lokasi pertambangan.

Foto ridwan lubis)

Puing-puing camp milik perusahaan tambang emas di Tor Sihayo yang dibakar massa (kiri). Rumah pekerja tambang emas yang turut dibakar massa (kanan).

Informasi yang dihimpun METRO dari lokasi kejadian menyebutkan, massa berangkat dari rumah masing-masing sekitar pukul 07.00 WIB. Lalu, berjalan kaki ke lokasi dan tiba sekitar pukul 11.30 WIB.
Di lokasi, massa sempat mendapat perlawanan dari sejumlah polisi yang bertugas jaga di sana. Bahkan, untuk meredakan emosi warga, polisi meletuskan senjata api ke udara. Massa yang mendengar letusan senjata bukannya menghentikan aksi justru semakin beringas dan berteriak bakar..bakar…bakar!
Polisi pun meletuskan senjata api untuk ke sekian kali. Apes, salah seorang warga, Solatiyah (20), terkena peluru nyasar. Melihat temannya tertembak, warga semakin panas, mereka memaksa menerobos pertahanan polisi. Kalah jumlah, akhirnya polisi pasrah melihat massa mengamuk dan membakar camp.
“Kami sudah sering mengajukan permohonan kepada perusahaan tapi tak pernah direspon,” sebut Syafran (30), salah seorang warga.
Menurutnya, aksi tersebut benar-benar kesepakatan bersama tanpa intervensi dari pihak manapun. Sebab, warga jengah dibohong-bohongi oleh pihak perusahaan. “Isi tuntutan hanya beberapa, di antaranya masyarakat diberikan subsidi dari perusahaan, yakni setiap rumah tangga diberi lahan seluas 2 hektar. Lalu, seluruh pelajar dari SD, SMP, hingga SMA sederajat diberi beasiswa,” bebernya.
Syafran menambahkan, sejauh ini pihak perusahaan sering menyarankan agar masyarakat mengantarkan proposal permintaan tetapi tak pernah terealisasi. “Dalam beberapa bulan terakhir, warga telah beberapa kali mengajukan permohonan permintaan dan tuntutan tetapi tak pernah terelasisasi, makanya warga mengamuk,” pungkas warga.
Sementara itu, Pihak PT SM yang dikonfirmasi METRO melalui Humas Operasional, Erik, mengesalkan tindakan kriminal yang dilakukan warga. Sebab, persoalan tuntutan yang disampaikan warga telah disampaikan kepada pimpinan PT SM di Jakarta. Hanya saja belum bisa dipastikan kapan tuntutan itu terealisasi.
“Pihak perusahaan bukan tak mau membantu dan menyikapi tuntutan warga. PT SM memiliki sosial responsibility atau tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar sesuai dengan mekanisme dan aturan pemerintah dan perundang-undangan. Dan untuk realisasinya tak semudah yang diperkirakan masyarakat dan butuh proses,” sebutnya.
Pj Bupati Madina Aspan Sopian Batubara yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya mengimbau masyarakat jangan lagi main hakim sendiri. “Saya berharap seluruh masyarakat terutama tokoh-tokoh agama agar membantu menjaga kondusifitas. Jangan terpancing dan terprovokasi oleh oknum-onum yang ingin memperkeruh situasi. Jangan sampai korban bertambah. Mari kita berpikir positif,” pinta bupati.
Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunte SIK yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya terkait persoalan tersebut, mengaku belum mengetahui titik persoalan secara detail. “Saya belum tahu titik persoalan, begitu juga dengan penembakan. Saya sedang menuju Panyabungan dari Jakarta,”ujar kapolres.
Direktur RSUD Panyabungan drg Ismail Lubis yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya terkait pasien korban peluru nyasar, membenarkan ada pasien dengan luka tembak masuk ke RSUD.
“Benar ada pasien masuk atas nama Solatiyah. Korban luka tembak masuk pukul 16.00 WIB dan sudah pulang sekira pukul 19.00 WIB atas permintaan keluarga,” pungkas Ismail. (wan/ann)
Seorang Wanita Tertembak di Tangan
Dalam perisitiwa itu, seorang wanita Solatiyah (20) terkena peluru karet di lengan kiri. Ia langsung dirujuk ke ke Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan.
Direktur RSUD Panyabungan drg Ismail Lubis yang dikonfirmasi melalui telepon selularnya terkait pasien korban peluru nyasar, membenarkan ada pasien dengan luka tembak masuk ke RSUD. “Benar ada pasien masuk atas nama Solatiyah. Korban luka tembak masuk pukul 16.00 WIB dan sudah pulang sekira pukul 19.00 WIB atas permintaan keluarga,” pungkas Ismail. (wan/ann)

sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Camp_Milik_Perusahaan_Tambang_Emas_Dibakar_

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s