DPRD kecam aksi ‘cowboy’ Brimob di Madina

Monday, 30 May 2011 01:25 PDF Print E-mail
DPRD kecam aksi ‘cowboy’ Brimob di Madina
Warta Sumut
HENDRI SYAHPUTRA
Reporter-in-training
WASPADA ONLINE

(medanbisnisdaily.com)

MEDAN – Kalangan anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah)  Sumatera Utara  dari Fraksi PDIP, Syamsul Hilal mengecam aksi main tembak ala cowboy  oleh aparat Brimob (Brigade Mobil) Polda Sumut dari Kompi C Tapanuli Selatan terhadap warga Desa Hutagodang Muda  Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang menyebabkan seorang ibu-ibu terluka akibat terkena tembakan  dan puluhan lainnya terluka setelaah serangan aparat Brimob.

Aksi penembakan aparat Brimob tersebut saat ratusan warga desa tersebut melakukan aksi demo ke Base Camp Sihayo II PT Sorikmas Mining (SMM) perusahaan pertambangan emas menuntut janji PT SMM yang berujung bentrok, Minggu kemarin.

Menurut Hilal dalam rilissnya kepada Waspada Online, tadi malam, tindakan satuan elit Polri itu sangat berlebihan karena rakyat jelas tak membawa senjata.

“Saya atasnama Anggota DPRD Sumut mengecam aksi berutal yang dilakukan oleh puluhan anggota Brimob dari Kompi C Tapsel, terhadap puluhan warga yang sedang melakukan aksi demontrasi memperingatin hari penolakan penambang internasional di Madina itu,”tegas Syamsul Hilal.

Dengan itu, sambung politisi dari Partai PDI-P ini, saya meminta pada Kapoldasu Inspektur Jenderal Wisjnu Amat Sastro segera melakukan penindakan terhadap seluruh anggota Brimob dari kompi C Tapsel yang telah melakukan tindakan menembak seluruh warga.

Puluhan anggota Brigadir Mobil (Brimob) dari kesatuan Kompis C Tapanuli Selatan Madailing Natal (Madina)  berondong puluhan warga dengan timah panas. Hingga akhirnya seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Solatiha terkena tembakan Brimob dan puluhan warga mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) setempat.

Informasi yang diperoleh Waspada Online sore ini dari Muhammad Nuh warga setempat, menyebutkan tindakan penembakan yang dilakukan oleh tim elit polisi itu, bermula dari aksi sejumlah masyarakat  Huta Godang, Kecamatan  Siabu, Kabupaten Madina  yang sedang melakukan gerakan peringatan hari penolakan penambangan internasional di lokasi barak tambang milik PT Sorik Mas Mining Minggu (29/5) sekaligus meminta janji PT SMMS.

Saat aksi demo penolakan yang dilakukan oleh warga tersebut, tiba-tiba segerombolan petugas Brimob dari kesatuan Kompi C Tapsel, yang diduga suruhan dari PT Sorik Mas Mining, tiba-tiba menghadang puluhan warga yang sedang melakukan aksi. Namun, entah kenapa, tiba-tiba saja puluhan Brimob dengan beringas memberondong semua warga yang sedang melakukan aksi unjukrasa ke barak tambang itu. Takut akan berondongan peluru panas yang dikeluarkan oleh Brimob itu, warga akhirnya lari membubarkan diri dari barak itu. “Kami tidak bisa melawan mereka saat ini. Sebab mereka menghadang kami menggunakan senjata api. Sementara kami hanya menggunakan kayu dan senjata apa adanya,’ujar m Nuh kepada Waspada Online sore kemarin.

Saat itu pula seorang IRT yang ikut demo belum diketahui namanya hingga kini mengalami luka tembakan pada bagian punggung belakang. Hingga akhirnya IRT itu dibawa ke RSU setempat. Sedangkan puluhan warga lainnya sebahagian mengalami luka-luka berat, dan sebahagian mengalami lecet bekas serpihan longsongan peluru
Melihat adanya insiden yang sadis yang dilakukan oleh Brimob, seluruh warga sekitar akhirnya bersama-sama melakukan perlawanan pada Brimob yang melakukan pengawalan terhadap PT Sorik Mas mining itu.

Warga juga menuntut janji PT SMM untuk direalisasikan yakni penyediaan lahan siap panen seluas 2 ha per KK berikut sertifikat hak milik (SHM) nya. Beasiswa dengan perincian SLTP Rp500 ribu per bulan, SLTA Rp1 juta per bulan, perguruan tinggi Rp 2,5 juta per bulan, pasca sarjana Rp 5 juta per bulan. Selain itu, pembangunan jalan pertanian, jalan desa, pembuatan jembatan gantung menuju wilayah perkebunan rakyat, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp500 juta, biaya perobatan sesuai tagihan rumah sakit dan biaya pembinaan desa Rp 500 juta per triwulan.

sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=196630:dprd-kecam-aksi-cowboy-brimob-di-madina&catid=15:sumut&Itemid=28

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke DPRD kecam aksi ‘cowboy’ Brimob di Madina

  1. rahawan helmi berkata:

    barang tmbang hanya akan memakmurkan :
    pemodal
    punggawa raja (penguasa)
    oleh krn itu akan :
    merusak ekologi
    merusak tatanan sosial
    mengikis kearifan lokal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s