Tujuh Letusan Terdengar di PT Sorikmas Mining

Written by Bambang Nazarudin Lubis
Friday, 10 June 2011 06:48
Aliansi Untuk Keadilan me­mulai investigasi kekis­ruhan di PT Sorikmas Mining. Investigasi oleh gabungan ber­bagai lembaga masyarakat itu untuk mendapatkan fakta yang sebenarnya di lapangan, sehingga penegakan hukum dilakukan secara adil, objektif dan tidak memihak pihak ma­napun.
Salah seorang tim investigasi yang turun ke lapangan, Nuriono SH yang juga Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menyebutkan, in­vestigasi dilakukan untuk men­cari kebenaran yang ada di lapangan. Mencari infornasi dari masyarakat dan pihak-pihak  yang terkait dalam aksi bentrok pada 29 Mei 2011 lalu. “Kita mencari fakta-fakta yang berimbang dalam kasus ini,” kata Nuriono dari kota Panya­bungan kepada Jurnal Medan melalui telepon.
Fakta berimbang itu, lanjut Nuriono, informasi dari masya­rakat saat terjadinya bentrok antara masyarakat dengan pihak keamanan di lokasi pertambangan disebutkan ada dua letusan senjata. Sementara in­for­masi di masyarkat, ada tujuh letusan senjata.
“Dua informasi berlainan seperti itu yang perlu dicari kebenarannya,” kata Nuriono.
Disebutkannya dalam kasus itu, selain telah ditetapkan tersangka, polisi kini memanggil dan memeriksa 15 warga sebagai saksi. tim juga akan melakukan pendampingan se­hingga pemeriksaan berlangsung secara adil, fair tidak tendesius dan berpihak.
Sebelumnya Aliansi Untuk Keadilan yang merupakan ga­bu-ngan lembaga sosial masya­rakat diantaranya, Walhi Suma­tera Utara, LBH Medan, Bitra In­do­nesia, Pusham Unimed, Kontras Sumut, Ikatan Keluarga Orang Hilang, Investigasi PBHI Su­ma­tera Utara telah mela-yang­kan surat pemberitahuan kepada ber­bagai pihak di­an­taranya Ka-polda Sumatera Utara, Pj. Bupati Mandailing Na­tal sehubungan dengan investigasi itu.
Investigasi itu sendiri terkait peristiwa 29 Mei 2011 lalu, terjadi bentrok warga yang menolak operasional PT Sorikmas Mi­ning, di Base Camp Sihayo II PT Sorikmas Mining. Peristiwa itu, saat aksi massa yang berjumlah sekitar 500 orang menuju pabrik, dihadang oleh aparat keamanan.
Akibatnya, terjadi aksi dorong, dan penembakan yang mengenai seorang warga, pe-rem­puan berusia 19 tahun. Penolakan warga ini berkaitan dengan ancaman kerusakan ling­kungan dan kehilangan la­han pertanian akibat kehadiran perusahaan  perseroan tambang emas, dengan  komposisi saham 75 persen dikuasai asing dan hanya 25 persen milik PT. Aneka Tambang.Polisi Dongkol
Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro sangat menyesalkan sikap lembaga tertentu da­lam menyembuyikan pelaku kejahatan. Apalagi lembaga tersebut tak berhak untuk me­nyembunyikan pelaku kejaha­tan terkait kasus pembakaran PT Sorik Mas Mining (SMM) di Madina. “Lembaga tertentu tak me­miliki hak untuk menyembunyikan pelaku kejahatan untuk diproses secara hukum untuk mem­pelancar penyidikan dan penyelidikan pihak kepolisian,” ujar Kapolda Sumut Irjen Wisj­nu Amat Sastro di Mapolda Sumut, kemarin.

sumber: http://medan.jurnas.com/index.php?option=com_content&task=view&id=60740&Itemid=55

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s