YLBHI Desak Mabes Polri Bentuk Tim Investigasi

Sumatera
Brimob Tembak Warga Demonstran

YLBHI Desak Mabes Polri Bentuk Tim Investigasi

Selasa, 07 Juni 2011 17:39 WIB

JAKARTA–MICOM: Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak Mabes Polri membentuk tim investigasi, mengusut penembakan yang dilakukan aparat Brimob Dentasemen C, Sumut, terhadap warga saat melakukan demontrasi di penambangan PT Sorikmas Mining akhir Mei lalu.

“Propam Mabes Polri harus melakukan investigasi untuk menyelidiki penggunaan senjata api yang melukai warga dan kepolisian harus bersikap netral,” kata Direktur Eksekutif YLBHI, Erna Ratnaningsih saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (7/6).

Selain mencari oknum Brimob penembakan, Mabes Polri juga didesak untuk mengusut “bisnis” keamanan yang dilakukan oleh Polda Sumut terhadap perusahaan penambangan emas di Mandailing Natal.

Ia menjelaskan, saat ini korban penembakan, Sholat,19, yang merupakan warga Desa Hutagodang Muda telah menjadi korban kriminalisasi karena masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Korban tertembak, tetapi malah dijadikan DPO. Ini kan aneh,” ujarnya.

Kasus penembakan terjadi pada Minggu (31/5) yang ketika itu Sholat tengah melakukan unjuk rasa bersama sekitar 1.300 warga lainnya yang 80% di antaranya kaum wanita di kawasan pegunungan tempat lokasi penambangan itu berada. Warga menilai keberadaan penambangan merugikan masyarakat.

Sebelum tiba di lokasi penambangan, sekitar 130 anggota Brimob dari Dentasemen C Polda Sumut, langsung menghadang para pengunjuk rasa masuk ke lokasi, bahkan sempat terjadi perdebatan.

Ketika itu, terdengar dua letusan senjata api, dimana salah satunya mengenai lengan kiri Sholat.

Seketika itu, lulusan Aliyah Babussalam itu pingsan dan baru sadarkan diri di Rumah Sakit Panyabungan, Kota Panyabungan, Sumut.

Ironisnya, saat Sholat yang didampingi sejumlah LSM seperti, Bina Keterampilan Pedesaan (Bitra), Kontras, LBH Medan dan Walhi hendak meminta penjelasan ke Polda Sumut terkait kasus penembakan itu, dihalang-halangi oleh puluhan anggota kepolisian setempat yang telah mengepung kantor LBH Medan.

Belakangan diketahui, Sholat dan beberapa warga yang menolongnya masuk dalam DPO dengan tuduhan pengrusakan berdasarkan laporan PT Sorikmas Mining.

“Saat kami hendak melaporkan ke Polda Sumut, puluhan polisi sudah berjaga di depan kantor LBH Medan. Mungkin, mereka menyangka Sholat berada di antara warga yang bersama kami,” ucap Siska dari LSM Bitra.

Menurut dia, Sholat langsung diamankan ke Medan karena dia merupakan korban penembakan.

Sementara itu, saat ditemui di Kantor YLBHI, Sholat mengatakan, aksi yang dilakukan oleh warga karena penambangan itu telah melakukan kerusakan konservasi.

Selain telah ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional, efek penambangan juga menyebabkan warga khwatir mengkonsumsi air pegunungan yang terlihat berminyak.

Sholat yang didampingi oleh LSM Bitra telah melaporkan kasus itu ke Divisi Propam Mabes Polri, tercatat dengan No LP/200/VI/2011/Yanduan tertanggal 6 Juni 2011.

Selain melaporkan ke Mabes Polri, Sholat yang didamping YLBHI juga mendatangi Komnas HAM untuk meminta perlindungan. (Ant/Ol-3)

sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/06/07/232052/126/101/-YLBHI-Desak-Mabes-Polri-Bentuk-Tim-Investigasi

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s