Polri didesak bentuk tim investigasi penembakan warga di Sorikmas Mining

Selasa, 07-Juni-2011 (14:57:45 WIB) | Yudi Rahmat 201167Polisi siaga by ptg.jpg

Jakarta – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak Mabes Polri membentuk tim investigasi, mengusut penembakan yang dilakukan aparat Brimob Dentasemen C, Sumut terhadap warga saat melakukan demontrasi di penambangan PT Sorikmas Mining akhir Mei lalu.

Mabes Polri juga didesak untuk mengusut “bisnis” keamanan yang dilakukan oleh Polda Sumut terhadap perusahaan penambangan emas di Mandailing Natal.

“Ada dua poin yang harus dilakukan oleh Propam Mabes Polri yaitu melakukan investigasi untuk menyelidiki penggunaan senjata api yang melukai warga bernama Sholat (19) saat demontrasi yang menolak penambangan pada 31 Mei 2011 dan kepolisian tersebut bersikap netral,” kata Direktur Eksekutif YLBHI, Erna Ratnaningsih, saat jumpa pers di Jakarta, Selasa(7/6).

Menurut Erna, saat ini korban penembakan yang merupakan warga Desa Hutagodang Muda telah menjadi korban kriminalisasi karena masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Korban tertembak, tetapi malah dijadikan DPO. Ini kan aneh,” jelas dia

Kasus penembakan terjadi pada Minggu (31/5) yang ketika itu Sholat tengah melakukan aksi unjuk rasa bersama sekitar 1.300 warga lainnya, yang 80 persen di antaranya kaum wanita di kawasan pegunungan tempat lokasi penambangan itu berada karena dinilai merugikan masyarakat setempat.

Sebelum tiba di lokasi penambangan, sekitar 130 anggota Brimob dari Dentasemen C Polda Sumut, langsung menghadang para pengunjuk rasa masuk ke lokasi, bahkan sempat terjadi perdebatan. Ketika itu, terdengar dua letusan senjata api, dimana salah satunya mengenai lengan kiri Sholat.

Seketika itu, lulusan Aliyah Babussalam itu pingsan dan baru sadarkan diri di Rumah Sakit Panyabungan, Kota Panyabungan, Sumut. Ironisnya, saat Sholat yang didampingi sejumlah LSM seperti, Bina Keterampilan Pedesaan (Bitra), Kontras, LBH Medan dan Walhi hendak meminta penjelasan ke Polda Sumut terkait kasus penembakan itu, dihalang-halangi oleh puluhan anggota kepolisian setempat yang telah mengepung kantor LBH Medan.

Belakangan diketahui, Sholat dan beberapa warga yang menolongnya masuk dalam DPO dengan tuduhan pengrusakan berdasarkan laporan PT Sorikmas Mining. Sholat langsung diamankan ke Medan karena dia merupakan korban penembakan.

Sementara itu, saat ditemui di Kantor YLBHI, Sholat mengatakan, aksi yang dilakukan oleh warga karena penambangan itu telah melakukan kerusakan konservasi. Sholat yang didampingi oleh LSM Bitra melaporkan kasus itu ke Divisi Propam Mabes Polri, tercatat dengan No LP/200/VI/2011/Yanduan tertanggal 6 Juni 2011.

sumber: http://m.primaironline.com/baca/145776-polri-didesak-bentuk-tim-investigasi-penembakan-warga-di-sorikmas-mining

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Polri didesak bentuk tim investigasi penembakan warga di Sorikmas Mining

  1. cinta_damai berkata:

    Polisi, jangan hanya terfokus korban penembakannya saja tetapi usut tuntas aksi anarkis masyarakat Tanotiris yang memang berniat membakar kamp Sorikmas dengan cara mengumpulkan dana utk membeli bensin utk membakar kamp Sorikmas. Tangkap dalang2 nya dan Sholat adalah masyarakat korban provokasi dan aksi anarkis masyarakat yang diperalat oleh aktor intelektualnya. Polisi sdh sesuai prosedur yang mencoba mencegah aksi anarkis dengan melakukan penembakan peringatan dulu dengan peluru karet. Silakan buat tim investigasi yang netral dan bebas pengaruh dari kepentingan di wilayah tersebut. Bravo polisi !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s