Diskusi Sorikmas Mining di Yayasan Desantara

berikut ini adalah sari diskusi yang diadakan di Yayasan Desantara, Jakarta:

Pasca reformasi, arus investasi di daerah mendapatkan momennya. Industri ekstraktif seperti tambang masih menjadi sektor favorit. Kehadiran perusahaan tambang mendapatkan penolakan dari masyarakat. Contoh kasus yang lumayan mendapatkan porsi pemberitaan di media massa adalah pembakaran camp perusahaan tambang emas PT Sorikmas Mining (SM) di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

Di satu sisi, investasi dipercaya akan meningkatkan pendapatan daerah, memacu pertumbuhan ekonomi, dan pada akhirnya menyejahterakan rakyat. Di sisi yang lain, industri ekstraktif dalam skala massif adalah bagian dari masa lalu karena hitung-hitungan ekonomi menunjukkan tambang adalah proyek merugi.

Kerugian pertama secara ekonomi dialami oleh komunitas yang tinggal di sekitar area tambang. Akses terhadap tanah dan sumberdaya terenggut dari komunitas dan pindah ke tangan korporasi. Kerugian kedua bersifat jangka panjang karena rusaknya ecosystem, sesuatu yang menggelayut dalam operasional perusahaan tambang. Bersamaan dengan rusaknya ecosystem, maka warga yang selama ratusan tahun secara ekonomi mengambil keuntungan dari ecosystem services, kehilangan fasilitas itu.

Ilmu ekonomi hanya menghitung pendapatan dari sektor industri sebagai insentif bagi daerah, tetapi (untuk kasus Indonesia), belum menghitung kerugian karena kehilangan ecosystem services, yang dalam kasus PT SM menunjukkan bahwa proyek pembukaan tambang adalah proyek rugi.

Meskipun begitu, pemerintah tetap memberikan ruang bagi PT SM untuk melanjutkan aktivitasnya. Ini sangat mudah dipahami. Uang dari sektor tambang mengalir dari perusahaan ke pemerintah, dan kemudian ke masyarakat, atau dengan kata lain, uang mengalir dari atas ke bawah. Di lain pihak, keuntungan ecosystem services dirasakan riil di tengah-tengah masyarakat, dan kalangan elit pemerintahan tidak memiliki akses ke sana.

Untuk mendiskusikan persoalan di atas, Desantara akan menyelenggarakan diskusi dengan judul “ PT Sorikmas Mining di Mandailing Natal : Siapa Untung Siapa Buntung?”

Forum ini akan mendiskusikan kasus PT SM dengan mengkontraskan untung-rugi industri tambang secara komparatif dengan ecosystem services, memetakan aktor-aktor yang terlibat dan juga kepentingan mereka. Dan satu hal yang tak kalah penting adalah peranan yang dapat diambil oleh kalangan terdidik dan NGOs dengan melakukan provokasi politik terhadap warga Mandailing Natal yang secara riil bakal menjadi pihak pertama yang akan dirugikan.

Diskusi tersebut merupakan diskusi pertama dalam serial diskusi bertajuk “Bencana Industri” yang rencananya akan diselenggarakan Desantara selama bulan Ramdhan.

file presentasinya: presentasi_bb_020811

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s