Pemkab Minta Sorikmas Jangan Diganggu

MedanBisnis – Panyabungan. Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution mengimbau warganya, khususnya di Kecamatan Naga Juang agar tidak mengganggu investor yang saat ini melakukan eksplorasi di wilayah Sihayo-Sambung, Kecamatan Naga Juang.

“PT Sorikmas Mining (SMM) merupakan investor asing yang menanamkan modalnya di Madina sesuai prosedur hukum. Perusahaan punya komitmen memberikan kesejahteraan kepada rakyat Madina, serta PAD bagi Pemkab melalui berbagai program yang akan dilaksanakannya nanti,” kata Dahlan, di hadapan masyarakat, di aula Kantor Camat Naga Juang, Kamis (3/11).

Soal keresahan warga bahwa kehadiran perusahaan tambang ems itu akan merusak lingkungan, di antaranya berupa penurunan debit air, yang merupakan sumber kehidupan warga Naga Juang, Dahlan menyebut hal itu belum terjadi.

“Sehingga, kita biarkan saja mereka (Sorikmas-red) bekerja sesuai dengan izin yang mereka kantongi,” sebut Dahlan.

Menurut Dahlan, warga Naga Juang juga diharapkan bisa menciptakan suasana kondusif dan jangan terkotak-kotak atas kehadiran perusahaan tambang yang akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah kerjanya.

Ia menyebutkan, krisis kepercayaan terhadap sejumlah kepala desa beserta camatnya terkait keberangkatan seluruh kepala desa beserta sejumlah tokoh masyarakat oleh PT Sorikmas ke Sulawesi untuk melakukan studi banding, tidak seharusnya memperkeruh suasana kamtibmas.

Sebab, kata Dahlan, keberangkatan para kades dan camat tidak ada hubungannya dengan setuju atau tidaknya tentang kehadiran Sorikmas. Studi banding hanya untuk melihat secara langsung bagaimana perjalanan perusahaan tambang di Sulawesi yang langsung bersentuhan dengan warga sekitarnya dan bagaimana dampaknya secara timbal balik.

Bahkan, Dahlan menyebut keberangkatan perangkat desa dan kecamatan itu merupakan sebuah anugerah bagi perwakilan warga untuk melihat kondisi sebenarnya terhadap kehadiran perusahaan pertambangan itu di Sulawesi. Dengan demikian, warga bisa memahami kehadiran Sorikmas di Naga Juang.

“Kita juga tidak mau tinggal diam jika kehadiran perusahaan tambang ikut menyesengsarakan warga, karena kita bukan milik perusahaan, melainkan milik warga seluruhnya. Kami lahir atas pilihan rakyat,” sebutnya.

Presiden Direktur PT Sorikmas, Paul, mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya tidak serta-merta merugikan masyarakat yang berada di wilayah kerja pertambangan.

“Dari awal kita punya program dengan pemerintah agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan warga dan daerah. Kita bekerja untuk mencari keuntungan bersama, tidak ada yang dirugikan sebelah pihak,” paparnya.

Paul menambahkan, dari tahap awal, sudah ada perencanaan secara matang agar tidak mencemari lingkungan, perusakan alam, serta beberapa unsur yang membuat kerugian bagi masyarakat.

“Perusahaan punya program penghijauan di areal kerja pertambangan, serta bantuan sosial. Begitu juga pemberdayaan masyarakat dengan mempekerjakan warga sekitar. Namun, saat ini perusahaan masih tahap eksplorasi, sehinga belum membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar,” terangnya.

“Saya yakinkan, dalam satu-dua bulan ke depan warga dapat merasakan kehadiran Sorikmas di Naga Juang ini dalam rangka peningkatan kesejahteraan dalam berbagai bentuk program,” janji Paul.

Zanter Sinaga, salah seorang perwakilan warga Humbang I, Kecamatan Naga Juang mengatakan, Sorikmas harus menghentikan eksplorasinya di Sihayo-Sambung, karena merupakan kawasan hutan lindung dan sumber air untuk wilayah Naga Juang. Bukit itu merupakan hulu air untuk areal pertanian dan sejumlah kebutuhan lainnya.

“Kita berharap kepada pemerintah daerah untuk tetap memperhatikan warga dalam kelangsungan hidupnya, sebab Sihayo-Sambung merupakan salah satu hutan yang tidak boleh di rusak oleh warga sekitar, apalagi perusahaan yang datang dari luar,” katanya.

Baginda Pasaribu, pengurus BPD Sayur Matua, Naga Juang, yang juga anggota Forum Masyarakat Naga Juang juga menolak kehadiran Sorikmas. Menurutnya, warga sudah krisis kepercayaan terhadap perusahaan itu.

“Kami hanya berharap kepada kepala daerah dan wakil rakyat yang duduk di lembaga yang terhormat dapat membela kepentingan rakyat banyak di Naga Juang ini,” tandasnya.

” Wakil rakyat yang hadir saat ini, tolong tatap mata kami dengan sejuta permohonan atas tidak diganggunya hutan di Sihayo-Sambung jika memang PT SMM tidak bisa diusir dari Mandailing Natal. Karena kami yang hidup miskin ini hanya bisa bertani dan berkebun, tolong janganlah diganggu usaha kami lagi,” katanya. ( henri)

sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/11/04/64609/pemkab_minta_sorikmas_jangan_diganggu/#.TsqlqnK5JRw

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pemkab Minta Sorikmas Jangan Diganggu

  1. harimau tapanuli berkata:

    trimakasih pak wakil bupati yg paling terhormat bagi sbagian orang,,,,,

    tapi ketahuilah, pngadilan AHIRAT suatu saat akan engkau lalui juga

    dimana smua pendritaann yg TELAH kami alami dan yg akan kami alami, shubungan dg sorik mas akan kau pertanggung jawabkan di hadapan ILAHI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s