Dishut Sumut Tidak Akan Berikan Izin Pinjam Pakai Hutan

Tribun Medan – Senin, 5 Desember 2011 23:40 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan / Eris

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk mengikuti tekad Kementrian Kehutanan untuk tidak akan memberikan izin pinjam pakai kawasan hutan Taman Nasional Batang Gadis di Mandailing Natal (Madina) untuk keperluan pertambangan dan menolak tunduk pada keputusan Mahkamah Agung (MA).

Seperti diketahui MA memang telah memperbolehkan PT Sorik Mas Mining (SMM) untuk mengeksploitasi emas di kawasan Taman Nasional Batang Gadis.

Kepala Dishut Sumut, James Budiman Siringo-ringo kepada Tribun memastikan hal tersebut merupakan komitmen Kemenhut bersama dengan Pemprov Sumut untuk tidak membenarkan pemakaian kawasan hutan lindung demi melegalkan eksplorasi emas.
Apalagi, sekitar 50 persen kawasan pertambangan PT SMM yang berpotensi untuk mengeksploitasi sekitar 30 ton emas ini, berada di kawasan hutan lindung. Ia bahkan dengan tegas mengakui tidak ada masalah bila operasional mereka (PT SMM) harus menyusut atau dipindahkan ke areal lain.

“Yang pasti tidak dibenarkan kalau eksplorasinya mau diteruskan. Kita tunduk hanya dengan Kemenhut saja. Kalau gara-gara itu PT SMM harus berhenti eksplorasi di sebagian wilayahnya, ya tidak masalah. Kan masih ada daerah lain yang bisa mereka eksplorasi. Yang pasti dari Pemprov Sumut tidak mendukung jika mereka diperbolehkan memakai kawasan Taman Nasional,” katanya ketika dihubungi via ponselnya, Senin (6/12) di Medan.

Seperti diketahui, PT SMM merupakan perusahaan PMA, pemegang Kontrak Karya generasi VII tertanggal 18 Februari 1998 bergerak dibidang usaha pertambangan emas dan mineral pengikut lainnya yang ditandatangani oleh Pemerintah Republik Indonesia, yang sebelumnya telah mendapt persetujuan DPR–RI dan Presiden Republik Indonesia.
Pemegang saham PT. Sorikmas Mining adalah Aberfoyle Pungkut Investment Pte. Ltd. (75%) dan PT Aneka Tambang (25%). Wilayah kontrak karya terletak di Kabpaten Mandailing Natal (Pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan ) Propinsi Sumatra Utara. Luas wilayah semula 201.600 ha, setelah dua kali penciutan wilayah menjadi 66.200 ha (32,83 persen dari luas wilayah kontrak karya semula).

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumut, Untungta Kaban mengatakan tidak menjadi masalah bila nantinya PT SMM batal meneruskan eksplorasi melalui sumur bor yang selama ini sudah dilakukan di kawasan itu.

Meski tak bisa memastikan berapa jumlah sumur bor yang sudah dibangun untuk keperluan pertambangan di kawasan taman nasional, namun ia menyarankan agar PT SMM melanjutkan eksplorasi di wilayah lain saja.

“Setengah wilayah lagi masih bisa mereka pakai kalau memang ijin pinjam pakai tidak dikabulkan. Tidak akan berpotensi untuk menghambat industri pertambangan di Sumut kok,” ujarnya singkat.

Sementara terkait pertambangan Dairi Prima Mineral (DPM), Kepala Bidang Pertambangan Umum, Dinas Pertambangan dan Energi Sumut, Zubaidi memastikan tidak ada masalah berarti dalam pemberian ijin. Apalagi saat ini ijin prinsip sudah dikeluarkan bagi PT DPM sembari menunggu ijin pinjam pakai kawasan hutan lindung register 66 Batu Ardan.

“Mungkin tahun 2012 sudah bisa beroperasi kalau ijin dari pemerintah sudah keluar. Kita masih menunggu keputusan dari pusat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Walhi Sumut, Sahrul dengan tegas menolak apabila PT SMM tetap melakukan eksplorasi di kawasan taman nasional itu. Meski PT SMM menjadikan Peraturan Presiden (Perpres) untuk melegalkan usahanya menambang emas, namun masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan demi menolak keputusan MA tersebut. Bahkan pihaknya akan mendukung Kemenhut untuk menolak eksekusi MA.

“Kita minta Kemenhut melawan MA agar tidak melepaskan kawasan taman nasional kepada PT SMM. Mulai dari wilayah hulu hingga hilir kawasan tersebut, sangat berpotensi menjadi rusak dengan kegiatan PT SMM. Masyarakat Madina juga pastinya tidak akan tinggal diam kalau mereka meneruskan beroperasi,” tegasnya. (ers/www.tribun-medan.com)

Penulis : Eris
Editor : Sofyan Akbar
Sumber : Tribun Medan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s