Menhut Diminta Tunda Eksekusi Putusan MA

Sabtu, 10 December 2011
Menhut dan pihak terkait diminta pula melakukan upaya hukum lain.

Jaringan Masyarakat Sipil untuk Penyelamatan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) menyampaikan petisi pada Menteri Kehutanan untuk menangguhkan eksekusi putusan Mahkamah Agung. Menteri juga diminta melakukan upaya hukum luar biasa agar surat keputusan yang menetapkan kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), Sumatera Utara tidak dicabut.

Demikian petisi, yang diunggah di situs Jaringan Aksi Tambang (Jatam), Jumat (9/12).

Untuk diketahui, MA mengabulkan uji materi yang diajukan PT Sorik Mas Mining melalui keputusan No 29 P/HUM/2004 tentang Permohonan Hak Uji Materil atas Surat Keputusan Menteri Kehutanan No SK-126-MENHUT-II/2004 tanggal 29 April 2004 tentang Perubahan Fungsi dan Penunjukan Hutan Lindung, Hutan Produksi Terbatas, dan Hutan Produksi Tetap di Kabupaten Mandailing Natal, Propinsi Sumatera Utara seluas kurang lebih 108.000 hektar sebagai kawasan Pelestarian Alam dan Fungsi Taman Nasional dengan nama Taman Nasional Batang Gadis.

 

Putusan MA menyatakan, Keputusan Menteri Kehutanan No SK-126/Menhut/II/2004 tanggal 29 April 2004 batal sepanjang mengenai batas sementara TNBG yang tumpang tindih dengan wilayah kontrak kerja pemohon.

 

Tindakan Menhut menunda eksekusi atas putusan MA atas TNBG itu, menurut Jatam adalah upaya nyata, dan konsisten guna tetap mempertahankan kelestarian dan keutuhan TNBG. Upaya nyata itu diantaranya melakukan upaya hukum lain atau luar biasa yang ada untuk mempertahankan keberadaan TNBG seperti SK Menhut 29 April 2004 itu.

 

“Petisi ini sebagai upaya masyarakat guna mempertahankan TNBG tetap menjadi penyangga kehidupan dan penyedia sumber air bagi masyarakat Kabupaten Mandailing Natal,” ungkap aktivis koalisi, Hendrik Siregar. Selain itu, lanjutnya, dimaksudkan pula menjaga Menteri Kehutanan tidak berada pada posisi sulit karena kerumitan hukum yang mungkin terjadi jika mengeksekusi putusan MA itu.

 

Dia katakan, Jatam tengah melakukan kajian hukum terhadap putusan MA. Diharapkan kajian itu dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan Menhut dan pihak terkait.

 

Pada 3 November 2004, PT Sorik Mas Mining mengajukan Hak Uji Materil atas Surat Keputusan Menteri Kehutanan No l26/Menhut-11/2004 pada tanggal 29 April 2004 tentang Perubahan Fungsi dan Penunjukan Hutan Lindung, Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Produksi Tetap di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara Seluas ± 108.000 Hektar sebagai Kawasan Pelestarian Alam dengan fungsi taman nasional dengan nama Taman Nasional Batang Gadis.

 

Lalu, 16 Februari 2005 terbit SK Menhut Nomor SK.44/Menhut-II/2005 tentang penunjukan kawasan hutan di wilayah propinsi Sumatera Utara seluas 3.742.120 ha. Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam seluas sekira 477.070 ha, dan pada peta lampiran SK, dalam skala 1:250.000, digambarkan keberadaan TNBG sesuai dengan SK Menhut 126/2004.

 

Kemudian, Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, disahkan 10 Maret 2008, pada lampiran VIII, dinyatakan TNBG menjadi Kawasan Lindung Nasional.

 

TNBG merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Gadis. DAS ini mempunyai luas 386.455 ha, atau 58,8 persen dari luas Kabupaten Madina. Kawasan ini memiliki arti penting sebagai penyedia air yang teratur untuk mendukung kelangsungan hidup dan kegiatan perekonomian utama masyarakat, yaitu pertanian. Lebih dari 360.000 jiwa di Kabupaten Madina. Khususnya pada 68 desa di 13 kecamatan yang bertetangga dengan TNBG.

sumber: http://m.hukumonline.com/berita/baca/lt4ee3154edf74f/menhut-diminta-tunda-eksekusi-putusan-ma

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s