Miliki Potensi Konflik, BPGC Desak Pemerintah Tinjau Ulang Kontrak Karya PT SMM

Sabtu, 19 November 2011 – 08:12:08 WIB
Miliki Potensi Konflik, BPGC Desak Pemerintah Tinjau Ulang Kontrak Karya PT SMM
Diposting oleh :
Kategori: Sumut – Dibaca: 28 kali

PANYABUNGAN, (Portibi DNP) : Batang Pungkut Green Conservation (BPGC) mendesak DPRD Madina merevisi Perda No. 08 Tahun 2000 tentang Pemberdayaan, Pelestarian dan Pengembandan Adat istiadat dan lembaga adat. Demikian disampaikan Koordinator BPGC, Syarifuddin Lubis kepada Portibi DNP ,Jum’at (18/11) di Panyabungan, pihaknya juga telah menyampaikan laporan satu tahun BPGC dengan judul Usir PT Sorikmas Mining (SMM), laporan tersebut disampaikan kepada Pemkab Madina melalui Kesbang Linmas Madina.
  Lebih lanjut Syafruddin Lubis menjelaskan bahwa laporan kegiatan tersebut disampaikan sesuai dengan surat kesbang linmas Nomor : 220 / 489 / KESBANG – LINMAS/2009. Tentang surat keterangan terdaftar. Isi laporan tersebut adalah kegiatan-kegiatan BPGC selama satu tahun ini, namun laporan tersebut juga berisi sikap serta desakan kepada pemerintah daerah Mandailing Natal untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang dinilai mempunyai potensi konflik seperti permasalahan tapal batas Taman Nasional Batang Gadis serta permasalahan PT Sorikmas Mining dan pengakuan terhadap masyarakat adat Mandailing Natal. “BPGC mendesak agar pemda Madina bersama-sama masyarakat mendesak pemerintah RI di Jakarta untuk meninjau ulang dan membatalkan kontrak karya PT Sorikmas Mining. Karena nilai ekonomis pertambangan sistem terbuka tidak akan sebanding dengan bencana industri yang akan ditimbulkan,”kata Syarifuddin.
Lebih Lanjut Syafruddin mengatakan bahwa dalam laporan ini juga berisi desakan kepada DPRD  Madina agar merevisi Perda no. 8 tahun 2000 tentang Pemberdayaan, Pelestarian dan Pengembangan Adat istiadat dan lembaga adat, revisi tersebut adalah penambahan agar perda tersebut jelas memuat pengakuan terhadap keberadan masyarakat dan hak-hak masyarakat adat. Selain itu juga agar Bupati segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbub) atas terbitnya perda tersebut sehingga dapat dilaksanakan karena sudah adanya aturan tekhnis yang mengatur pelaksanaannya.
“Mengapa Madina sampai hari belum mempunyai Perda yang mengakui tentang masyarakat adat ini tentu jadi tanda tanya bagi kita semua, Pada hal dalam beberapa Undang-Undang saja hak masyarakat adat jelas tertulis seperti dalam UU Pokok Agraria No 5 Tahun 1960, UU No 32  Tahun 2004 Pengganti UU No 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah, UU Kehutanan, UU N0 39 Tentang Hak Asasi Manusia, UU No 23 Tentang Mahkamah Konsitusi, UU No 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya, Bahkan juga Deklarasi PBB tentang Hak Masyarakat Hukum Adat yang juga telah di terima Dewan HAM PBB pada Juni 2006 lalu,”jelaskan Syarifuddin.
Oleh karena itu Pemkab dan DPRD Madina kata Syarifuddin, harus merevisi perda ini dan memasukkan hak masyarakat adat atas pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan di dalamnya. Memposisikan adat istiadat dan budaya serta mempertahan kearifan lokal yang ada adalah kebijakan yang seharusnya dilakukan karena ini bisa menjadi solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang kita hadapi kedepan.
“Kearifan budaya yang ada seperti dalihan natolu, penyelesaian masalah dengan pendekatan sistem adat, lubuk larangan, larangan larangan dan lain-lain akan memudahkan pemerintah, bukan mempersulit. Oleh karena itu pemerintah daerah beserta DPRD Madina harus segera menebitkan perda yang mengakui keberadaan masyarakat dan hak-hak masyarakat adat, begitu juga dengan perda terhadap kearifan lokal lainnya,”harap Syarifuddin.nPD04

sumber: http://portibionline.com/berita-3060-miliki-potensi-konflik-bpgc-desak-pemerintah-tinjau-ulang-kontrak-karya-pt-smm.html

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Miliki Potensi Konflik, BPGC Desak Pemerintah Tinjau Ulang Kontrak Karya PT SMM

  1. Martua P Lubis berkata:

    Mari bersatu selamatkan TNBG sampaikan kepada yang lain sebagai bentuk perjuangan dan dukungan anda……

    Disini saya kutip ucapan yang sangat bagus tentang pentingnya penyelamatan hutan khususnya TNBG dari Dr. Micah Jensen, New Zealand dari komentar petisi penyelamatan TNBG di National Geographic Indonesia yang isinya :
    # 363
    21:26, Dec 15, Dr. Micah Jensen, New Zealand
    Dengan Hormat
    Please reconsider your options.
    This area of forest is incredibly valuable as a national park. The worlds looks at indonesian forests and increadible biodiversity with great envy. It is completely unique and irreplacable. Many people say the west made its fortune through mining our resources and exploiting other contries, this is a sad truth that we are ashamed of. Please do not repeat our mistakes. When the mining has finished and the resources are gone, there is nothing left. Please consider the long term future. The biodiversity of your forests is so valuable and in a world where native rain-forests become rarer every day, your beautiful ecosystems become so much more valuable. Kind Reguards Micah Jensen BSC BVSc

    Dukungan petisi penyelamatan TNBG dengan mengisi nama anda melalui link di bawah ini
    http://www.thepetitionsite.com/1/petisi-menyelamatkan-status-taman-nasional-batang-gadis/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s