PT Sorikmas Mining dan (Potensi) Kontaminasi Arsenik

Pernyataan Government & Media Relations Superintendent PT Sorikmas Mining (SM), Nurul Fazrie, kepada Majalah TAMBANG (http://www.majalahtambang.com, 21/12/2011) bahwa setiap kegiatan eksploitasi PT SM tidak boleh menyebabkan dampak terhadap pasokan air masyarakat setempat, rasanya perlu diperiksa. Pernyataan ini adalah reaksi resmi PT SM terhadap pemberitaan media yang belakangan ini banyak menyoroti keberadaan PT SM di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Poin kritik pertama yang dapat dialamatkan kepada pernyataan tersebut adalah, bahwa melalui pernyataan itu PT SM melihat isu air sebagai isu yang terkompartementalisasi, tinimbang melihatnya sebagai sebuah siklus yang menyeluruh sebagaimana adanya. Poin kritik kedua, belajar dari sejarah pengalaman di daerah pertambangan emas di dunia, besar kemungkinan justru yang akan terjadi adalah sebaliknya dari apa yang dinyatakan oleh PT SM tersebut, terutama menyangkut kualitas air.

Untuk poin pertama, kita dapat mengawalinya dari masalah tailing, bahan buangan tambang berupa serbuk batuan yang telah diambil kandungan emasnya. Salah satu elemen kimia yang sering terdapat dalam tailing adalah Arsenik (As). PT SM sendiri, melalui salah satu laporannya yang bertajuk Developing a world class mid-sized Indonesian gold company yang mereka rilis pada tahun 2010 (www.sihayogold.com), mengakui bahwa As adalah salah satu asosiasi emas yang ada di Madina.

As, zat yang (disinyalir) telah digunakan untuk membunuh aktivis Hak Asasi Manusi almarhum Munir, adalah zat yang berbahaya apabila terkonsumsi melebihi ambang batas, karena ia dapat menyebabkan penyakit pada pencernaan, sakit kepala, tumor, kanker, anemia, dan bahkan berujung pada kematian. Karena itu, World Health Organization (WHO), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi kesehatan, telah menetapkan ambang batas As dalam air minum tak boleh lebih dari 0.01 mg per liter.

Perlu juga diketahui bahwa pada dasarnya As memang berada di alam terikat secara kimia pada batuan. Hanya saja, proses esktraksi emas membuatnya terbebas lebih cepat dalam konsentrasi yang lebih tinggi, seperti yang akan kita lihat nanti dalam contoh-contoh kasus.

Tailing ini biasanya ditampung dalam sebuah dam, dan dari sinilah masalah dimulai. Masalah pertama adalah: bagaimana kalau dam penampung tailing jebol? Apalagi mengingat posisi daerah operasi PT SM yang relatif lebih tinggi dari pemukiman penduduk dan merupakan daerah hilir anak Sungai Batang Gadis? Tak usah pakai teori muluk-muluk untuk menjelaskannya. Kalau  ini terjadi, maka tailing akan mengalir ke bawah menyusuri lembah, masuk ke sungai-sungai, dan dampaknya jelas akan terpropagasi karena sebagian—untuk tidak mengatakan hampir semua—kampung-kampung di Madina terletak di tepi sungai.

Dam penampung tailing yang jebol bukanlah barang baru dalam industri tambang. Tanpa bermaksud merendahkan bangsa sendiri, bahkan di negara yang lebih maju, dimana asumsinya masalah keamanan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan-nya lebih ketat dari Indonesia seperti Spanyol dan Rumania pun, hal ini pernah terjadi.

Di Sevilla, Spanyol, pada tahun 1998 sebuah dam penampung tailing jebol dan menyebabkan tailing menutupi wilayah seluas lebih dari 4.500 hektar pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Guadiamar (Guerrero dkk., 2007). Di Rumania pada tahun 2000 sebuah dam penampung tailing milik perusahaan Aurul, yang setengah sahamnya dipegang oleh Esmeralda Exploration, sebuah perusahaan emas yang juga berbasis di Asutralia (sama seperti Sihayo Gold Limited, pemilik saham mayoritas PT SM), juga jebol dan mengakibatkan sebanyak kurang lebih 10.000 meter kubik tailing dengan kandungan 50—100 ton sianida dan pelbagai logam berat berbahaya tumpah ke anak Sungai Danube (Cunningham, 2005). Sianida dalam spesies berwujud gas adalah bahan yang dipakai tentara Nazi untuk membunuh para tawanan di kamp-kamp konsentrasi pada masa Holocaust. Dalam pertambangan, sianida dipakai untuk melarutkan emas. PT SM sendiri, melalui film pendek bertajuk Sihayo Gold Operations Visualisation yang dapat diunduh di website mereka (www.sihayogold.com), memperlihatkan bahwa mereka akan menggunakan sianida.

Kemungkinan untuk terjadinya dam tailing yang jebol sangat terbuka di Madina apabila PT SM melakukan eksploitasi. Apalagi kalau ditilik dari kondisi geologi regional dimana daerah kontrak karya PT SM terletak pada zona yang sangat labil secara geologi karena keberadaan Patahan Sumatra dan Gunung Sorik Marapi. Kita tahu bahwa di sekitar Patahan Sumatra sangat sering terjadi gempabumi dan gerakan tanah. Demikian juga Gunung Sorik Marapi yang belakangan ini sangat aktif menghasilkan banyak gempa vulkanik di daerah ini. Intinya, kedua fenomena geologi signifikan di daerah ini juga harus dipertimbangkan secara matang karena keduanya berkontribusi terhadap kestabilan struktur bangunan seperti dam penampung tailing.

Kompartementalisasi tubuh air yang secara implisit ada dalam pernyataan PT SM semakin terlihat kalau kita masuk lebih dalam ke sifat As. Kasus-kasus kontaminasi air tanah oleh As di seputar pertambangan telah terjadi di beberapa tempat. Hal ini sangat memungkinkan karena As juga memiliki kemampuan spesiasi untuk larut dalam air. Dengan demikian, As akan mudah bergerak bersama air, baik itu air permukaan maupun air tanah. Untuk kasus Madina, hal ini sangat berbahaya karena sebagian besar penduduk Madina mengandalkan suplai air permukaan dan air tanah untuk kebutuhan air minum.

Kontaminasi air minum oleh As di seputar daerah pertambangan emas bukanlah barang baru. Air tanah di daerah Ouro Preto, Brasil, yang merupakan daerah bekas tambang emas, pada tahun 2006 diketahui mengandung As sebanyak 0.224 mg per liter. Bahkan lebih jauh, dari hasil beberapa analisis laboratorium pada anak-anak berusia 7-12 tahun, ditemukan kandungan As yang melebihi ambang batas mencapai angka 0.106 mg per liter pada kencing mereka. Hal ini, kemungkinan besar terjadi karena mereka meminum air tanah yang datang dari sekitar bekas tambang emas di Ouro Preto (Goncalves dkk., 2006).

Beberapa kasus di Kanada juga menunjukkan kandungan As yang melebihi ambang batas, dengan tailing (baik dari tambang emas yang sudah ditutup maupun yang masih beroperasi) sebagai sumber antropogenik utamanya (Wang dan Mulligan, 2005).

Dengan fakta-fakta sejarah yang dipaparkan di atas, maka jelas bahwa pernyataan resmi PT SM seperti yang dikutip pada awal tulisan ini tidaklah dapat dijadikan sebagai pegangan. Bagi warga Madina, mengingat pemerintah tampaknya sudah semakin pro terhadap keberadaan PT SM di daerah ini, tak ada jalan lain kecuali mengkonsolidasikan gerakan penolakan PT SM ke seluruh lapisan masyarakat, sebelum semuanya menjadi terlambat.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

10 Balasan ke PT Sorikmas Mining dan (Potensi) Kontaminasi Arsenik

  1. Martua P Lubis berkata:

    Selamatkan hutan, hutan menyelamatkan kita…..selamatkan air ……tutup tambang emas SMM…..mari bersatu usir SMM

  2. Pinrizky Lubis berkata:

    Suatu pemahaman dan pengetahuan dlm menentukan sikap obyektif kt terhadap keberadaan PT.SMM di tanah leluhur kita..teruskan perjuangan…

  3. Parlaungan Lubis berkata:

    Tidak setapakpun tanah diwilayah adat ulupungkut diberikan pada PTSMM yang nota benenya mendapat iZIN dari pemerintah RI.
    Pemerintah RI perlu mengkaji lebih dalam dan Luas keberadaan masyarakat adat diwilayah tersebut,yang kiata kenal jauh sebelum kemerdekaan hingga sekarang,terdiri dari beerapa marga DiMandailing Julu Marga Lubis dan Di Mandailin Godang marga Nasution dan marga lain
    Batubara ,Matondang,daulay dsb
    Pemda Madina harus lebih arif dalam hal ini.dan mendengar keinginan dari Masyrakatnya atas penolakan PT SMM di MADINA khususnya di Wilayah adat ulupungkut.
    Kami sebagai salah satu keturunan marga Lubis dari Lembah Patahajang yang berada di perantauan mempunyai tangung jawab moral terhadap hal ini.Dalam keberadaan demokrasi yang di Republik .

  4. Peronika pardede berkata:

    mari selamatkan TNBG..,,karna ribuan bahkan jutaan Penduduk sekitar TNBG menggantungan hidupnya pada TNBG..,
    bersama kita bisa,

  5. utjok berkata:

    jadi bagaimana dengan tambang ilegal bos?
    kenapa dirimu tidak memberikan perhatian…lihatlah kampungmu tercinta ini…sudah terkontaminasi oleh emas emas emas…dimana2 disetiap sudut ada pencemaran mercury

  6. Hotma Pasaribu berkata:

    Jangan sampai TNBG dirusak keserakahan pemilik modal dan ketololan pemerintah yang akhirnya meninggalkan kesengsaraan bagi rakyat Madina.

  7. Nazamuddin berkata:

    Penambang galundung majolo usir baba namu i sada-sada. Bahat na kecet nomu, antah na adong do manunggangi hamu toke galundung. Usir Galundung Jolo baru usir na lain. Madung jelas kadar mercuri di mandailing natal melebihi ambang batas harani toke mercuri.

    Selamatkan ma masyarakat Madina sannari dengan usir toke galundung.

    Mengerti….?????

  8. Rahmat Taufik Harahap berkata:

    Usir sorikmasminng bloks,,
    adalah bloks.. orang bodoh, SMM yang belum eksploitasi di greguti trusss,,, katanya sih pencemaran lingkungan,,, galundung yang telah beroperasi dengan santainya membuang merkuri kesungai sekitarnya tak pernah disoroti,,,
    memang dasar bodoh……. gak bisa bedain mana yang telah merusak lingkungan……..

  9. Budi berkata:

    yg jelas kami dari Forum aliansi Mahasiswa pecinta Lingkungan kota medan menolak keras Eksploitasi lahan tambang di Madina oleh PT. sorik mas mining….
    PT.SM hrs klwr dari tanah Madina…

  10. Mengapa kita tidak buka mata ,buka telinga,dan buka hati…..kita harus benar-benar terbuka,gelundung dan mercury sudah menjalar di dalam tubuh masyarakat kok tidak ada yg peduli ya?mengapa kita selalu membicarakan yg belum terlihat,yg di depan mata jelas-jelas sudah merusak kita tidak mau peduli,,,,,,,,ayo bangsaku bangunlah jangan kita hidup dengan kemunafikan,jangan mau di hasut….hati-hati dengan orang di sekelilingmu…..Mahasiswa kok berfikir dangkal ya……kalau anda menolak pertambangan ,ternyata anda tidak senang dengan mahasiswa jurusan pertambangan,apakah karena anda mahasiswa jurusan alam gaib makanya anda menolak pertambangan di daerah madina,berfikir posotiflah wahai bangsaku…..cari solusi terbaik,pabrik tahu aja ada limbah nya……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s