Fasilitas Koptan Naga Juang Madina Diduga Dibakar


Foto: Pembibitan Fasilitas pembibitan kelompok tani di Kecamatan Naga Juang diduga dibakar orang tidak bertanggung jawab.(medanbisnis/henri)
Sumatera Utara Rabu, 04 Jul 2012 09:31 WIB
MedanBisnis – Panyabungan. Fasilitas pembibitan milik Kelompok Tani (Koptan) Desa Banua Rakyat dan Banua Simanosor, Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dibakar orang yang tidak bertanggung jawab, Jumat (29/6) malam. Akibatnya, peralatan kerja tani di lokasi pembibitan terbakar.
Hal itu disampaikan Ketua Koptan Banua Rakyat, Saparuddin Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (3/7).

“Kita tidak mengetahui apa penyebab dari kejadian ini, sehingga kita juga terkejut, saat melihat kondisi fasilitas pembibitan milik kelompok tani kita sudah dibakar. Padahal, kita sudah merasakan bagaimana dampak positif dari program tersebut, yang bisa memberikan lapangan kerja serta punya tujuan pertanian masa depan,” katanya.

Kepala Program CSR PT Sorikmas Mining, Franz Goetz melalui Humas, Nurul Fazrie kepada MedanBisnis, mengaku telah mengetahui kejadian itu dari kelompok tani, pada Sabtu (30/6) pascakejadian.

“Manajemen PTSM sangat menyayangkan dan mengecam aksi pembakaran pondok-pondok di lokasi pembibitan itu, oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Karena, fasilitas pembibitan milik kelompok tani/koperasi itu untuk kepentingan dan kebaikan masyarakat di Kecamatan Naga Juang,” katanya.

Menurut dia, sejumlah anggota koptankoperasi menyatakan sedih, kecewa, dan merasa dirugikan. Karena, melalui program pertanian itu, mereka mencari nafkah untuk menambah penghidupan sehari-hari.

Dikatakan, perusakan fasilitas milik koptan/koperasi di Kecamatan Naga Juang oleh orang-orang tak bertanggung jawab, bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, pada 24 Juni 2012 lalu, fasilitas koperasi pemasaran coklat dan sejumlah bibit tanaman pohon coklat, karet, dan buah-buahan juga dirusak.

“Begitu juga papan Informasi masyarakat yang disediakan PTSM di tujuh desa di Kecamatan Naga Juang juga dirusak. Padahal, papan informasi sediakan sesuai dengan kritikan masyarakat, masukan dari DPRD sebagaimana tertulis dalam Laporan Pansus PTSM DPRD Madina, dan Pemkab Madina bahwa kami kurang melakukan sosialisasi,” katanya.

Salah satu sarana sosialisasi yang kami adakan adalah penyediaan papan informasi di setiap desa. Namun, sejumlah orang yang tidak suka masyarakat mendapatkan informasi langsung dari perusahaan dan ingin terus memunculkan polemik, memangkas jalur informasi perusahaan ke masyarakat dengan merusak dan merobohkan papan informasi yang ada sehingga sosialisasi terganggu kelancarannya.

“Pembibitan tanaman dilakukan dalam rangka pelaksanaan program pertanian berbasis kehutanan (silvo agriculture) untuk menghijaukan lahan terlantar dan lahan terbuka di sekitar Kecamatan Naga Juang,” katanya.( henri)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s