Protes PT Sorikmas Mining Massa Blokir Jalinsum dan Berdebat dengan Wabup

9 April 2013 Padang Lawas-Madina No comments

[Foto: Ridwan Lubis]
Sekitar 800 warga Nagajuang menduduki Jalinsum di Desa Jambur Padangmatinggi.

MADINA – Ratusan warga dari Kecamatan Nagajuang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), memblokir jalinsum di tikungan Siramram, Desa Jambur Padang Matinggi, Senin (8/4) sekira pukul 14.30.

Di jalinsum perbatasan antara Kecamatan Panyabungan Utara dengan Bukit Malintang ini, massa meletakkan gelondongan-gelondongan kayu. Aksi ini menyebabkan arus lalu lintas lumpuh selama hingga pukul 18.00 WIB.

Dalam aksinya, massa meminta pemerintah dan DPRD Madina segerea menyelesaikan persoalan antara warga dengan perusahaan PT Sorikmas Mining, bukan hanya berjanji.

Pantauan METRO, masyarakat menduduki badan jalan raya sekitar 300 meter dan membuat plank berupa kayu besar di dua ujung jalan, warga tidak banyak berbicara dan hanya meneriakkan pemerintah menepati janji kesepakatan beberapa waktu lalu.

“Kami di sini kesal dan kecewa atas sikap pemerintah dan DPRD Madina yang hanya bisa memberikan janji tanpa kepastian atas persoalan yang sedang kami hadapi,” sebut salah seorang warga, Rona Tambunan (45).

Menurut Rona, warga sudah bosan dengan janji-janji pemerintah dan DPRD Madina yang selalu siap memperjuangkan nasib masyarakat, tetapi hingga bertahun-tahun yang mereka tuntut tidak pernah terselesaikan.

Terakhir, sambung Rona, adanya komitmen DPRD Madina dan Pemerintah untuk memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat Nagajuang, yang berujung rapat dengan Muspida.

“Ini berawal dari kedatangan masyarakat ke wilayah Sambung. Sebab, di daerah itu ada lahan masyarakat yang masuk ke wilayah kontrak karya PT Sorikmas Mining.

Saat itu, saya sendiri ikut diikat oleh aparat kepolisian selama hampir lima jam, tetapi karena ada niat baik dari DPRD Madina untuk mengadakan rapat tanggal 1 April kemarin, kami dilepas dan aksi blokir jalan ketika itu dibubarkan,” jelasnya.

[Foto: Ridwan Lubis]
Wakil Bupati Dahlan Hasan Nasution berada di tengah kerumunan warga.

Kemudian, pada tanggal 1 April ketika perwakilan masyarakat datang, mereka menilai anggota dewan yang membuat komitmen sebelumnya tidak menepati janji.

Hari itu, hanya ada empat anggota dewan ditambah wakil bupati, sehingga pertemuan saat itu tidak ada kesimpulan dan solusi hanya membuat jadwal pertemuan berikutnya pada tanggal 4 dan 5 April lalu.

“Selanjutnya, pada tanggal 4 April digelar lagi rapat melibatkan seluruh Muspida dan perwakilan dari masyarakat. Dan, menghasilkan tiga poin kesepakatan. Ketika kesepakatan itu disampaikan kepada masyarakat, warga tidak mau menerima karena tidak ada komitmen yang jelas mengenai jadwal pelaksanaan kesepakatan itu.

Namun, masyarakat sudah bosan dengan komitmen atau kesepakatan seperti itu yang tidak ada ujung atau hasilnya. Dan, aksi ini menuntut kepada pemerintah agar memperjelas kapan akan direalisasikan komitmen dan kesepakatan itu,” beber Rona bersama warga lainnya.

“Kami tidak ingin janji-janji lagi. Kami ingin tindakan nyata. Kami tidak takut siapapun. Kami sudah sering dibohongi,” teriak warga. Di tempat terpisah dan masih di Desa Jambur Padang Matinggi, Wakil Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution, Ketua DPRD Madina AS Imran Khaitami Daulay SH, Kapolres Madina AKBP Achmad Fauzi Dalimunthe Sik, mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat Nagajuang.

Dahlan Hasan sempat berdebat dengan warga saat meminta massa memberikan waktu untuk menyelesaikan persoalan mereka. Dan, berharap agar jalinsum yang diblokir dibuka dan warga disuruh pulang ke rumah masing-masing.

“Kami paham apa yang dirasakan dan diinginkan masyarakat kami, tetapi semuanya butuh proses waktu untuk menyelesaikan itu. Berikan kepercayaan kepada pemerintah,” ucap Dahlan.

Menanggapi itu, salah seorang tokoh masyarakat, Zainal Simbolon menyampaikan masyarakat ingin kepastian waktu penyelesaian persoalan yang mereka hadapi. Pasalnya, selama ini masyarakat tidak akan bisa tenang berusaha karena dihantui oleh pihak security perusahaan dan sebagainya.

Zainal juga mengaku sangat kecewa atas surat pembatalan sepihak yang disampaikan DPRD Madina melalui wakil ketua Safaruddin Ansyari Nasution. Embatalan itu menurut Zainal sebagai bukti ketidak seriusan DPRD Madina dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Kami menilai mulai sejak awal. Pemerintah dan DPRD Madina tidak serius menyelesaikan persoalan. Kami menginginkan kepastian bukan janji-janji dan kesepakatan,” tambahnya.

Bahkan salah seorang tokoh masyarakat, Ramlan Simbolon menyampaikan aspirasinya dengan isak tangis. Dia berharap agar pemerintah dan dewan serius menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. “Cukuplah ini yang terakhir. Kami ingin keseriusan pemerintah menyelesaikan persoalan kami ini,” ucapnya menangis.

Akhirnya, pada pertemuan itu disepakati akan kembali melakukan pertemuan dengan Muspida plus hari ini, Selasa (9/4) di gedung DPRD Madina pukul 10.00 WIB pagi untuk memperjelas waktu penyelesaian. Dan Wabup Dahlan juga berkomitmen akan maksimal berjuang hingga ke pemerintah pusat. (wan)

sumber: http://www.metrosiantar.com/2013/protes-pt-sorikmas-mining-massa-blokir-jalinsum-dan-berdebat-dengan-wabup/

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s